"Saya belum dengar. Kita belum ada arahan karena bapak (SBY) baru datang kemarin," kata Nurhayati di sela rapat konsultasi menentukan jadwal paripurna pengesahan Pimpinan DPR/MPR di gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Nurhayati mengatakan, fraksinya masih menunggu arahan DPP Demokrat dalam hal ini Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono soal pimpinan DPR/MPR. Pihaknya juga belum menentukan akan berkoalisi dengan kubu PDIP Cs atau KMP dalam penetapan pimpinan DPR/MPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diketahui, Tata Tertib DPR mengatur mekanisme penentuan pimpinan DPR diajukan dengan sistem paket. Satu paket berisi minimal 5 fraksi untuk 5 posisi pimpinan DPR. Ketua dan 4 wakil ketua.
Dengan ketentuan itu, posisi fraksi di DPR terbelah dua dan masih lanjutan dari koalisi Pilpres. Koalisi merah Putih yaitu Golkar, Gerindra, PPP, PAN, dan PKS sepakat mengusung Setya Novanto sebagai Ketua DPR.
Sementara koalisi satunya parpol pengusung Jokowi-JK dalam Pilpres masih kurang satu partai, yaitu PDIP, Hanura, PKBβ dan NasDem. Nah, Demokrat belum juga menentukan sikap, meski sekalipun ikut paket Jokowi, kubu ini masih kalah.
(bal/dnu)











































