Setiap kali ada permintaan, walikota yang diusung PDIP ini membalasnya agar orang yang menginginkan seorang pejabat pemkot menjadi kepala dinas agar menggantikan dirinya sebagai walikota.
"Ngono sek ono njaluk dadi kepala dinas. Ngono ae sek sing encik encik eri. Tolong segera dilantik jadi kepala dinas, tak jawab koen ae sing ngganteni aku dadi walikota, sing dadi walikota lho sopo kok aku malah diperintah (Begitu ada yang minta jadi kepala dinas. Aku jawab, kamu saja yang menggantikan aku menjadi wali kota. Yang jadi wali kota siapa kok malah diperintah)," cerita Risma saat sambutan sosialisasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) di depan puluhan camat dan lurah serta petugas puskesmas se-Surabaya di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya, Rabu (1/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risma juga bercerita soal tawaran jabatan menteri dan alasan-alasan ia menolak tawaran itu. "Wes sopo sing gelem nggenteni aku dadi menteri. Walikota lho wes abot, tanggung jawabe yo nang sing kuoso (Sudah, siapa yang mau menggantikan aku menjadi menteri. Wali kota lho sudah berat, tanggung jawabnya kepada Tuhan)," pungkas Risma.
(ze/try)











































