Bambang Widjajanto: Korupsi Bukan Hanya Soal Terstruktur Tapi Karena Didiamkan

Bambang Widjajanto: Korupsi Bukan Hanya Soal Terstruktur Tapi Karena Didiamkan

- detikNews
Rabu, 01 Okt 2014 13:48 WIB
Jakarta - Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto menjelaskan persoalan pemberantasan korupsi di Indonesia tak hanya karena dilakukan secara masif dan terstruktur. Lebih dari itu, karena banyak orang yang mendiamkan tindak korupsi itu terus berlanjut.

"‎Persoalan pemberantasan korupsi bukan karena sudah terstruktur dan masif, tapi karena banyak orang baik yang mendiamkan dan menjadikan kekuatan kegelapan semakin sempurna," kata Bambang dalam peluncuran aplikasi GRATIs milik KPK di XXI Epicentrum Walk, Jalan Epicentrum Raya, Jaksel, Rabu (1/10/2014).

Ia mengatakan seharusnya rakyat Indonesia bisa melakukan konsolidasi untuk melawan tindak korupsi. Salah satunya dimulai dengan tidak menerima gratifikasi dari rekanan bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, aplikasi GRATIs (Gratifikasi Informasi dan Sosialisasi) yang dapat diunduh secara gratis melalui Google play store untuk android dan AppStore untuk IOS ini menjadi salah satu jalan sosialisasi. Bambang mengatakan jika aplikasi ini cara untuk menjadikan masyarakat menjadi bagian dari langkah pemberantasan korupsi.

"Aplikasi ini dibuat lebih user friendly sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengatakan tidak tahu atau tidak paham tentang apa itu gratifikasi," sambungnya.

Wakil Ketua KPK lainnya, Zulkarnain juga menyesalkan banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui jika gratifikasi adalah bagian dari suap dan akar korupsi. Menurutnya, lembaga negara harus memiliki kode etik yang jelas tentang ketentuan menerima barang dari pihak rekanan sehingga tak ada lagi alasan 'tak tahu gratfikasi' dalam tubuh kementerian dari jabatan tertinggi hingga terbawah.

"‎Kita sadar korupsi tak bisa diselesaikan hanya dengan aparat. Jangan beri tempat untuk koruptor bernilai tinggi di masyarakat. Ke depan harus dikawal bersama. Kementerian juga harus punya kode etik. Jangan sampai ada yang bilang tidak tahu," kata Zul.

(bil/aan)


Berita Terkait