AS Pusatkan Komando Militer Penanganan Bencana di Thailand
Selasa, 11 Jan 2005 02:40 WIB
Jakarta -
Pasca gempa dan tsunami yang melanda kawasan Asia, AS telah mengirim 13 ribu personil militernya. Bertindak sebagai komando dan kontrol militer AS yaitu Gabungan Satuan Pendukung (CFS) 536 yang bermarkas di Utapao, Thailand.Demikian isi siaran pers Kedubes AS yang diterima detikcom, Senin (10/1/2005) malam. Selain itu, AS juga mempatkan CFS regional di Indonesia dan Sri Lanka, dua negara terparah yang ditimpa tsunami.CFS Dikepalai oleh Letjen Robert Blackman. Ia sehari-hari bersama timnya berkoordinasi dengan negara-negara korban bencana dan kelompok lain yang terlibat dalam upaya kemanusiaan.Selain personil militer (tentara, pelaut, penerbang dan marinir), AS juga mengirim kapal perang dan pesawat. Bantuan AS lainnya yaitu 2,06 juta pon bahan dan peralatan, 16.500 galon air, 433 ribu pon makanan dan lebih 1,4 juta pon perlengkapan non-medis, sudah dikirim.Australia Kirim Kapal IndukSementara itu, Australia dalam siaran persnya menyebutkan, Kapal Induk HMAS Kanimbla yang berangkat 8 Januari lalu akan segera tiba di Aceh. Kapal ini akan membawa antara lain dua helikopter Sea King, dua kapal pendarat, fasilitas medis beserta personelnya dan pangkalan terapung mandiri.Sumbangan Departemen Pertahanan dan Angkatan Pertahanan Australia (ADF) itu diberi nama Operasi Bantuan Sumatera. Sekitar 460 anggota ADF saat ini membantu upaya bantuan kemanusiaan tanggap darurat di wilayah ini.Sejauh ini Australia telah mengirim bantuan antara lain Enam C-130 Hercules, satu C-130 milik Selandia baru, satu Boeing 707, satu pesawat ringan Beech King Air 350, empat helikopter UH-1H Iroquois, teknisi, tim medis dan spesialis evakuasi medis-udara. Selain itu, Australia juga membangun sebuah rumah sakit darurat di Aceh. Fasilitas RS tersebut antara lain 55 buah tempat tidur, ahli bedah, perawatan UGD, resusitasi, fasilitas rontgen dan ahli patologi.
(fab/)










































