Perairan Indonesia Rawan Pembajakan

Perairan Indonesia Rawan Pembajakan

- detikNews
Senin, 10 Jan 2005 23:12 WIB
Bandung - Indonesia termasuk urutan pertama di dunia dalam hal kejahatan di perairan, termasuk perompakan dan pembajakan kapal. Pada tahun 2004, sebanyak 122 kasus yang menyangkut tindakan kejahatan terhadap kapal-kapal internasional terjadi di perairan Indonesia.Demikian yang diungkapkan oleh Kasub Ketertiban dari Ditjen Perhubungan Laut Kholik Kiron kepada wartawan di Hotel Holiday Inn, Jl. Dago Bandung, Senin, (10/1/2005)."Akhirnya mereka sudah punya black area perairan di Indonesia yang mesti diawasi. Beberapa black area ini merujuk pada Selat Malaka dan laut Bangka," ujar Kholik.Akibatnya, kata Kholik, banyak kapal Internasional yang memutar dan tak berlabuh pada wilayah black area tersebut. Hal ini berdampak pada permasalahan ekonomi dimana barang impor menjadi mahal."Siapa yang menjamin kapal dan barang mereka aman, jadinya mereka menambah biaya beban keamanan dan asuransi," kata dia. Untuk mencegah permasalahan keamanan kapal dan pelabuhan secara meluas termasuk gangguan teroris, Indonesia menerapkan sertifikat internasional ISPS yang dikeluarkan oleh International Maritime Organisation atau IMO."Saat ini sebanyak 160 pelabuhan mendapatkan SoCPF dan 330 mendapatkan ISPS Code. Indonesia termasuk salah satu anggota dari 162 negara di dunia yang mengikuti IMO," tambah Kholik.Setelah masa penerapan ISPS ini, menurut Kholik, angka kejahatan di Pelabuhan dan kapal selama enam bulan ini semakin menurun. Secara pengelolaan manajemen pelabuhan juga menurutnya semakin rapi."Loordinasi pihak keamanan pelabuhan, pengurus pelabuhan dan instansi keamanan dari kepolisian dan bea cukai semakin terwujud di bawah pengendalian Port Facility Security Officer," demikian Kholik Kiron. (fab/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads