Walhi Bentuk Posko Pendataan & Informasi Pengungsi Aceh

Walhi Bentuk Posko Pendataan & Informasi Pengungsi Aceh

- detikNews
Senin, 10 Jan 2005 21:06 WIB
Padang - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Barat membentuk Posko Bersama Pendataan dan Informasi Korban Pasca Gempa dan Tsunami NAD dan Sumut. Relawannya terdiri dari aktivis Walhi, pelajar, mahasiswa dan masyarakat.Hal tersebut disampaikan Koordinator Posko Khalid Saifullah, kepada wartawan di kantor Walhi Sumbar, Jl. Beringin No. 43 Lolong Padang, Senin (10/1/2005). Posko ini akan mendata pengungsi Aceh yang memasuki wilayah Sumbar.Menurutnya, saat ini bantuan cenderung diarahkan hanya pada korban yang masih bertahan di wilayah Aceh dan Sumut. Sementara, untuk warga Aceh dan Sumut yang mengungsi ke luar wilayah tersebut nyaris tidak terdapat posko-posko yang akan membantu mereka."Kita akan melakukan pemantauan dan pendataan ke tempat-tempat yang menjadi titik masuk korban, seperti di rumah sakit serta jalur transportasi darat, laut dan udara di berbagai kabupaten/kota di Sumbar," ujar Khalid.Khalid mengatakan, besar kemungkinan korban gempa dan Tsunami Aceh akan mengungsi ke wilayah Sumbar. Berdasarkan pengalaman, ketika terjadi konflik di Aceh beberapa waktu lalu, ratusan warga Aceh ditemukan mengungsi di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumbar."Mereka memasuki Sumbar melalui jalur pantai Barat Sumatera," terangnya.Lebih lanjut, Khalid mengatakan, pihaknya juga akan memfokuskan perhatian pada nasib anak-anak yang ikut mengungsi. "Bukan tidak mungkin, akan ada pihak yang bermain dan menjadikan mereka korban perdagangan anak," demikian Khalid Saifullah.Terus MengalirBerdasarkan pantauan detikcom, bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami dari Sumbar terus mengalir. Pemkot Padang telah mengirimkan sedikitnya sepuluh speed boad senilai Rp 500 juta dan bantuan barang lainnya seberat sekitar 300 ton ke NAD.Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, mengatakan speed boad tersebut akan digunakan untuk mempercepat pendistribusian bantuan di Aceh sehingga seluruh bantuan tersebut bisa sampai ke tangan korban gempa dan tsunami.Bantuan juga datang dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dengan menyiagakan empat rumah sakit di Padang untuk menampung korban gempa dan tsunami dari Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Keempat rumah sakit tersebut, RS M Djamil Padang, RS Yos Sudarso, RS Jiwa dan RS Reksodiwiryo.Selain itu, 168 relawan yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga pengajar yang disponsori Bank BRI dari Sumbar telah diberangkatkan menuju Aceh membawa bantuan obat-obatan senilai Rp 1 miliar .Sementara itu, sedikitnya 343 keluarga di Padang sudah mendaftarkan diri dan menyatakan siap menjadi orang tua asuh bagi anak-anak korban bencana gempa dan tsunami Aceh. Mereka menandatangani materai 6.000 dan berjanji akan merawat anak-anak tersebut sebaik-baiknya. (fab/)


Berita Terkait