Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang, Rusdiana mengatakan pengecekan dilakukan selain untuk melihat apakah hewan yang dijual layak untuk kurban, sekaligus agar tidak ada penyakit pada hewan-hewan tersebut.
"Penyakit menular hingga kini tidak ditemukan. Paling banyak itu flu, alergi debu, dan stres karena dibawa dari luar daerah," kata Rusdiana kepada detikcom di penjual hewan kurban di Jalan Gajah, Semarang, Selasa (30/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum cukup umur untuk dijadikan hewan kurban. Kambingnya 10-an ekor, sapi ada 1 ekor dari 100 ekor yang ada di sini," tandasnya.
Ia pun mengimbau kepada pedagang agar tidak menjual hewan-hewan yang belum layak dikurbankan itu. Sedangkan untuk pembeli ia berharap agar bisa mengecek hewan yang akan dibeli.
"Bisa dilihat di giginya, kalau gigi sudah ganti itu ada gigi besar empat di depan mulut itu yang layak dikurbankan," pungkas Rusdiana.
Petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang sejumlah 40 orang sudah setiap hari memantau penjualan hewan kurban di 16 Kecamatan di Semaramg jelang Idul Adha. Rusdiana menambahkan petugas juga akan berkeliling saat hari H untuk memantau apakah ada jeroan hewan kurban yang terkena penyakit.
"Setelah hari H akan ada 55 petugas yang memantau. Akan kita cek apakah ada penyakit atau ada cacing di hati," tutur Rusdiana.
(alg/rmd)











































