AJI Larang Anggotanya Ikut Porwanas

AJI Larang Anggotanya Ikut Porwanas

- detikNews
Senin, 10 Jan 2005 17:57 WIB
Jakarta - Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada tanggal 9 Februari mendatang tak hanya mendapat kecaman dari berbagai pihak. Namun juga mendapat tentangan dari berbagai organisasi wartawan lain.Aliansi Jurnalis Independen (AJI) misalnya, dengan tegas melarang anggotanya mengikuti event porwanas. "Kalau dia wartawan organisasi itu ya silahkan saja. Tetapi anggota AJI tak akan ikut, dan kami minta kepada seluruh anggota tidak ikut," kata Ketua AJI Eddy Suprapto kepada detikcom, Senin (10/1/2005).Belakangan ini, penyelenggaraan Porwanas menjadi kontroversial lantaran menggunakan dana APBD sebesar Rp 6 miliar. Apalagi acara kontes wartawan dibidang olahraga ini diadakan saat bangsa Indonesia dirundung musibah nasional, yakni bencana alam di Aceh, yang merenggut ratusan ribu nyawa. Termasuk diantaranya puluhan wartawan.Menurut Eddy, tak masalah wartawan adakan kegiatan olahraga antar mereka. Namun jika menggunakan dana APBD, yang merupakan uang rakyat jelas tak bisa dibenarkan. "Penggunaan uang APBD sama saja dengan uang rakyat. Penggunaannya harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Apakah masyarakat tahu penggunaan dana ini, kalau mereka mengerti pasti akan kecewa," tambahnya.Di Riau sendiri masih banyak masyarakat yang miskin, seperti di perkampungan nelayan. "Saya kira dana itu lebih baik untuk kebutuhan yang lebih penting, masyarakat di sana banyak yang membutuhkan," ujar Eddy.Eddy tak habis pikir dengan sikap anggota DPRD jika menyetujui anggaran ini. "Apa karena wartawan terus mendapat support dari pemda. Sebaiknya DPRD kaji ulang dana APBD untuk Porwanas ini, "tambahnya. Selain itu, AJI juga menyerukan agar dana-dana untuk wartawan dihapuskan dari anggaran Pemda. Baik itu masuk dalam pos resmi ataupun yang tidak resmi. Dan menjadi tantangan bagi organisasi wartawan untuk terus menjaga independensi wartawan terhadap sumber-sumber berita. (jon/)


Berita Terkait