Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Alihkan Dana Kurban ke Aceh

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Alihkan Dana Kurban ke Aceh

- detikNews
Senin, 10 Jan 2005 17:39 WIB
Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1426 Hijriah, PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa mengimbau masyarakat mengalihkan dana kurban bagi korban bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara.Fatwa yang dikeluarkan Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhamaddiyah berisi tiga butir. Pertama, bagi yang mampu untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terkena musibah gempa bumi dan tsunami secara memadai dan sekaligus dapat melaksanakan ibadah kurban. Dua macam ibadah ini dapat dilaksanakan secara bersama-sama.Kedua, bagi yang harus memilih salah satu diantara dua macam ibadah tersebut hendaknya didahulukan memberi bantuan dalam rangka menyelamatkan kehidupan mereka yang tertimpa musibah daripada melaksanakan ibadah kurban.Selanjutnya ketiga, jika dana telah diserahkan kepada panitia kurban hendaknya panitia meminta kerelaan calon orang yang berkurban dalam (shahibul kurban) untuk mengalihkan dananya pada bantuan penyelamatan mereka yang tertimpa musibah gempa bumi dan tsunami. Namun, jika calon shahibul kurban tidak merelakan dana itu tetap sebagai dana ibadah kurban.Tak Harus HewanWakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan kurban tidak harus dalam bentuk hewan yang disembelih tetapi dalam bentuk sesuatu yang bisa menghidupkan. "Karena fungsi dari daging itu untuk dikonsumsi. Jadi barang-barang konsumsi lain pun tidak kalah penting bagi saudara-saudara kita di sana. Mungkin bisa disembelih di sana atau di sini kemudian dagingnya dikirim di NAD. Tentunya akan dibekukan dulu," papar Din dalam jumpa pers di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2004).Apakah MUI juga telah membahas hal ini?"Ya memang ada perbedaan pendapat, MUI belum membahas hal ini. Mungkin satu dua hari ini oleh komisi fatwa," kata Din yang juga menabat Sekum MUI ini."Saya pribadi termasuk yang sependapat dengan pandangan bahwa kurban itu bersifat simbolik, yaitu peristiwa nabi Ibrahim dan nabi Ismail maka maknawinya, kita bisa kirim dalam bentuk yang lain. Mungkin seharga hewan kurban. Ini ajaran-ajaran Islam yang sekiranya memerlukan penafsiran," lanjutnya.Ketika ditanya bagaimana dengan orang-orang di luar Aceh yang berhak mendapatkan kurban, Din menegaskan mereka juga perlu mendapat perhatian."Dengan musibah ini, mereka tidak bisa hidup secara layak. Jadi memerlukan dukungan kita. Walaupun banyak fakir miskin di daerah lain yang tetap harus diberi perhatian, tetapi mungkin porsinya setengah lebih akan disumbangkan untuk saudara kita di Aceh," demikian Din Syamsuddin. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads