Sisa Porwanas untuk Bangun Monumen Tsunami
Senin, 10 Jan 2005 17:29 WIB
Pekanbaru - Selain menggelar Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Rp 6 miliar yang menuai kritikan, PWI juga punya rencana besar: membangun monumen wartawan korban tsunami di Aceh. Dananya? Dari sisa anggaran Porwanas!Tapi, apakah monumen itu dibutuhkan di daerah bencana sana? Entahlah. Namun menurut Ketua PWI Cabang Riau yang juga Ketua Umum Panitia Porwanas VIII, Sutrianto menyatakan, tujuan monumen mulia. Tepatnya, untuk mengingat 200 wartawan setempat yang ikut menjadi korban tsunami 26 Desember silam."Kira-kira seperti Monumen Bom Bali Jalan Legian Bali-lah," katanya pada detikcom, Senin (10/1/2005) per telepon. Ide membangun monumen itu muncul sehubungan dengan rencana panitia Porwanas untuk menyisihkan dana dari hasil perampingan acara, untuk membantu meringankan beban korban bencana alam tersebut yang masih hidup.Menurut Sutrianto, jika dana sisa Porwanas ditambah dana yang berhasil dihimpun saat Porwanas berlangsung cukup memadai, pihaknya akan menyalurkan secepatnya ke Aceh."Tapi menurut saya sebagian dana Porwanas -- terutama sumbangan anggota PWI -- lebih baik diperuntukkan bagi pembangunan sebuah tugu peringatan di Banda Aceh, yang memuat nama-nama wartawan yang tewas akibat badai dan gelombang pasang," urainya.Darimana ide itu muncul? Jawabnya dari seorang wartawan senior. "Ide itu sangat positif. Sebab, selain akan menjadi simbol perjuangan profesi kewartawanan, juga akan menjadi kenang-kenangan bagi sanak saudara mereka yang ditinggalkan. Apalagi kuburan mereka kan jelas tak ada," alasannya.Disinggung soal Porwanas, wartawan kawakan ini menyatakan bahwa persiapannya sudah mencapai 85%. Diharapkan 2.500 wartawan, tokoh pers dan tokoh nasional daerah akan hadir dalam momen itu. "Ketum PWI Tarman Azzam meminta kegiatan ini diadakan dalam suasana keprihatinan," demikian Sutrianto.Anda punya usul, saran dan tangapan soal Porwanas? Kirimkan ke redaksi@staff.detik.com.
(nrl/)











































