PBNU akan Kirim 30 Ustadz dari Ponpes Lirboyo ke Aceh

PBNU akan Kirim 30 Ustadz dari Ponpes Lirboyo ke Aceh

- detikNews
Senin, 10 Jan 2005 17:29 WIB
Jakarta - PBNU akan mengirimkan 30 ustadz dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, ke Aceh. Para ustadz ini dikirim untuk memberikan siraman rokhani kepada korban bencana gempa dan tsunami untuk mengurangi stres mereka."Lusa kita akan kirim 30 ustadz dari Lirboyo untuk menurunkan gejolak orang stres di Aceh," kata Ketua umum PBNU Hasyim Muzadi seusai melepas relawan dan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di kantor PBNU, Jl.Kramat Raya, Jakarta, Senin (10/1/2005).Dalam acara yang dihadiri Ras Aam PBNU KH Sahal Mahfudz, dan Rois PBNU Said Agil Al Munawar ini PBNU melepas 12 orang sukarelawan. Juga dikirim dua ton kurma, 10 ton beras, 2.000 kotak mie instan, 1.000 kotak susu, 1.000 mukena, 2.000 sarung, dan 500 kaleng biskuit ke posko di Banda Aceh, Meulaboh, Beureun. Hasyim juga menjelaskan bahwa PBNU akan memberikan subsidi senilai Rp 100.000 per bulan untuk 12 pesantren di Aceh yang menampung 1.330 anak. "Nanti sore saya ke Aceh untuk mensosialisasikan 12 pesantren di Aceh," katanya.Mengenai mayat yang membusuk di Aceh, Hasyim menganjurkan agar mayat-mayat itu sebaiknya ditimbun dengan tanah dan tidak dibakar. Sebab dalam syariat Islam tidak diperbolehkan untuk membakar mayat."Sebaiknya diurug dengan tanah. Kalau dibakar tidak dikenal dalam syariat Islam. Nanti timbul konflik kultural antara pembakaran dan perasaan orang-orang Aceh," ujar Hasyim.Ditambahkan Hasyim, dalam kaidah fiqih Islam sesuatu yang bisa dilakukan biasa tidak masuk dalam keadaan darurat. Contohnya lahan dan tanah untuk menimbun mayat sudah ada. Selain itu membakar mayat juga akan menimbulkan polusi yang berpengaruh pada kesehatan. (gtp/)


Berita Terkait