Jokowi: Harusnya Kalau Pilpres Rampung Bersatu Kembali

Jokowi: Harusnya Kalau Pilpres Rampung Bersatu Kembali

- detikNews
Senin, 29 Sep 2014 20:06 WIB
Jokowi: Harusnya Kalau Pilpres Rampung Bersatu Kembali
Jakarta - Dampak pertarungan Pilpres antara Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo-Hatta dan Koalisi pendukung Jokowi-JK masih terasa hingga hari ini. Yang paling dirasakan rakyat, upaya Koalisi Merah Putih yang mengembalikan Pilkada melalui DPRD pada rapat paripurna pengesahan RUU Pilkada.

Kini, di gedung parlemen tempat para wakil rakyat berkantor terbelah menjadi 2 kubu, yakni Koalisi Merah Putih yang diisi oleh Gerindra, PKS, PPP, Golkar dan PAN dan koalisi pendukung Jokowi-JK yakni PDIP, PKB, Hanura. Perselisihan antar 2 koalisi ini terus berlanjut hingga saat ini. Para elite partai juga menunjukkan gep antar koalisi.

Jokowi pun mengkritisi hal ini. Menurutnya, perseteruan Pilpres harusnya selesai hanya saat masa pemilihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sudah Pilpres rampung harusnya jadi satu lagi. Bangsa Indonesia," kata Jokowi saat hadir dalam diskusi publik Ormas Nasional Demokrasi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2014).

Gubernur DKI ini menegaskan pertarungan ini harus selesai. Pertarungan Pilpres baru dilakukan 5 tahun kemudian.

"‎Tarungnya 5 tahun lalu. Jangan ada yang berpikir ini pertarungan lagi," sambungnya.

Dalam pidatonya, ia juga memaparkan info pencurian ikan di perairan Indonesia kerugiannya bisa mencapai Rp 300 triliun setahun. Ia menyebutnya sebagai kebodohan yang sayangnya tak bisa terus dihentikan.

"‎Itu sebuah kebodohan yang tahun ke tahun tidak bisa dihentikan. K‎alau bapak ibu mau melihat di Ambon sebelah utara kalau malam hari kayak pesta di malam hari. Lampu-lampu berkelipan dari kapal besar, mengeruk kekayaan alam kita bertahun-tahun. Pestanya kita biarkan bertahun-tahun," ucapnya.

Menurutnya hal ini harus dihentikan. Sumber daya alam Indonesia seharusnya untuk rakyatnya. Karena itu ia berencana blusukan untuk melihat kondisi sebenarnya di Ambon.

"Lihat saja nnti saya blusukan ke sana, entah berenang atau gimana caranya. Saya mau lihat sendiri pesatnya. Kalau bener-benar ada, detik itu harus kita hentikan," tegasnya.

(bil/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads