SBY Minta Tokoh GAM di Luar Negeri Tak Cari Masalah

SBY Minta Tokoh GAM di Luar Negeri Tak Cari Masalah

- detikNews
Senin, 10 Jan 2005 16:20 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia mengimbau para tokoh GAM di luar negeri agar tidak mencari masalah dan memperkeruh suasana di tengah operasi kemanusiaan di Aceh.Akan jauh lebih baik jika dalam momen ini GAM bersedia meletakkan senjata dan ikut bersama-sama merekonstruksi dan merehabilitasi daerah-daerah di Aceh yang terkena bencana."Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar imbauannya tersebut disampaikan oleh Dubes Swedia dan Singapura kepada para tokoh GAM yang bermukim di kedua negara tersebut," kata Mensesneg Yusril Ihza Mahendra mengutip pernyataan Presiden SBY usai menemani SBY menerima Dubes Singapura dan Dubes Swedia Lennart Linner di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, (10/1/2005).Selain Dubes Singapura dan Swedia, SBY juga memanggil Dubes Jepang, Inggris, AS dan Libya yang pemerintahannya selama ini berperan aktif mengupayakan penyelesaian konflik Aceh secara damai melalui mekanisme The Cessation of Hostilities Agreement (COHA) dan wadah Henry Dunant Centre (HDC).Lebih jauh, Yusril juga mengatakan, di balik upaya penanganan pasca bencana Aceh, pemerintah juga tengah mencari penyelesaian damai konflik Aceh dengan GAM. Dalam rangka itulah hari ini presiden memanggil enam dubes negara-negara tersebut.Dengan para dubes tersebut, SBY juga meminta masukan dan pandangannya tentang langkah-langkah politik terhadap Aceh. "Pemerintah Indonesia sampai saat ini sebenarnya ingin menyelesaikan masalah Aceh secara langsung dengan GAM, tapi kan hambatannya para tokoh ini ada di Swedia. Jadi kami minta agar dubesnya menyampaikan pesan ini," kata Yusril.Menurut Yusril, atas permintaan tersebut Dubes Swedia menyatakan pemerintahnya secara politik dapat memahami posisi Indonesia. Tetapi sekali lagi pemerintah swedia memandang masalah GAM merupakan masalah hukum dan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum. (umi/)


Berita Terkait