Gus Dur: Tentara Asing Jangan Terlalu Lama di Aceh

Gus Dur: Tentara Asing Jangan Terlalu Lama di Aceh

- detikNews
Senin, 10 Jan 2005 15:55 WIB
Jakarta - Mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengimbau, sebaiknya tentara asing hanya mengirimkan bantuan saja. Mereka tidak perlu menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh selesai.Gus Dur menyampaikan hal itu disela peresmian Gus Dur Foundation di Hotel Sahid, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Senin, (10/1/2005).Hadir dalam acara tersebut Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), Shinta Nuriyah, Ali Masykur Musa, Hariman Siregar dan sejumlah tokoh lainnya."Mestinya tentara asing hanya menolong untuk keadaan darurat saja, kalau untuk rehabilitasi dan rekonstruksi itu terlalu lama," kata Gus Dur.Gur Dur menolak menjelaskan lebih jauh kemungkinan ada tujuan lain dibalik misi kemanusiaan tersebut."Saya tidak mau menyangkal mengenai tujuan dari keberadaan tentara asing tersebut sebelum tahu bukti-buktinya. Tetapi yang pasti pemerintah harus tegas terhadap tentara asing, seperti yang dilakukan India biar pun menerima bantuan kemanusiaan tetapi tidak menerima bantuan fisik dari luar," katanya.Menanggapi pertanyaan apakah Gus Dur berniat pergi ke Aceh, dia mengatakan, "Saya masih dilarang oleh dokter tapi kalau kondisi memungkinkan minggu depan saya berangkat ke Aceh."Pada kesempatan itu, Gus Dur juga mengungkapkan lambannya penanganan korban gempa dan tsunami yang dilakukan pemerintah, dan pihak TNI yang tidak dilibatkan secara penuh. "Penanganan Aceh memang sangat lambat sekali. Dulu pernah saya usulkan operasional diserahkan kepada TNI, tapi ternyata tidak disinggung oleh siapa pun. Tampaknya ada yang tidak setuju kalau TNI berperan. Terus terang dalam hal ini saya berbeda pendapat," katanya. Gus Dur berpendapat sebaiknya TNI diberi peran yang lebih besar. "Menurut saya TNI juga bisa membedakan kalau itu urusan masalah kemanusiaan. Letjen Agus Wijoyo (mantan Kaster) kemarin menyatakan TNI tidak boleh bertindak dalam keadaan bahaya militer, itu salah. Karena sudah jelas tugas TNI berfungsi dalam keadaan non perang," katanya.Mengomentari peran Wapres Jusuf Kalla yang lebih aktif dibanding Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY), Gus Dur hanya mengatakan, "JK itu dapat julukan SBY, SBY itu sekarang di bawah JK. Orang yang aktif dia kok."Sementara itu mengenai NU tandingan yang akan dibentuknya, Gus Dur mengatakan, tidak terburu-buru merealisasikan hal itu. "Tidak usah buru-buru, bulan Juni kalau PBNU masih ada kita terpaksa bikin organisasi baru. Tapi kalau di sana mengalah, organisasi yang baru hilang tapi yang ada pengurus baru," katanya.Mengenai Gus Dur Foundation, Gus Dur menuturkan, tujuannya untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Nantinya lembaga ini akan berkecimpung di dunia pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.Namun Gus Dur menolak menyebutkan berapa besar dana yang dikeluarkan untuk mendirikan lembaga tersebut. "Itu rahasia perusahaan. Tapi sebagian besar berasal dari harta saya sendiri," tandasnya.Saat peresmian yayasan tersebut, diumumkan seseorang yang tidak bersedia disebut namanya telah menyumbang sebesar Rp 1 miliar ditambah Rp 20 juta dari Hariman Siregar. (umi/)


Berita Terkait