Ingat! Tak Ada Asuransi dalam Karcis Parkir Meter Jalan Sabang

Ingat! Tak Ada Asuransi dalam Karcis Parkir Meter Jalan Sabang

- detikNews
Sabtu, 27 Sep 2014 17:44 WIB
Ingat! Tak Ada Asuransi dalam Karcis Parkir Meter Jalan Sabang
Jakarta - Sejatinya sistem parkir meter diterapkan agar kawasan Sabang, Jakarta Pusat, tidak macet dan bersih dari parkir liar. Parkir meter yang diberlakukan 24 jam ini juga tidak memberikan perlindungan asuransi bagi motor maupun mobil.

"Ini tidak ada asuransinya. Kalau dulu Anda parkir di Sabang apa ada asuransinya? Tidak ada juga kan?" kata salah satu teknisi PT Mata Biru, Doni Andre, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (26/9/2014).

Sambil mengambil koin dari mesin-mesin parkir meter, Doni menjelaskan tujuan awal parkir meter diterapkan di sepanjang Jalan Sabang untuk menertibkan parkir dan melancarkan arus lalu lintas di jalan yang kerap macet itu karena banyaknya tempat makan dan kafe. Tarif parkirnya pun berlaku 24 jam. Tak ada batas maksimal parkir, seperti layaknya di perkantoran atau mal-mal di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Parkirnya berlaku 24 jam. Jadi Anda harus terus memperbarui karcis tiket supaya tidak kena derek petugas. Ini juga supaya masyarakat sadar tidak parkir terlalu lama. Kalau mau parkir lama, masuk ke gedung parkir. Di sini juga jadi tidak macet," ungkap Doni.

Menurut dia, keputusan untuk memberlakukan tarif 24 jam sudah melalui diskusi dan kajian mendalam. Dalam diskusi antara UPT Parkir, Dinas Perhubungan DKI dan PT Mata Biru sebagai rekanan proyek ini, turut dihadirkan beberapa perwakilan tenant (toko) yang ada di Jalan Sabang. Kebanyakan mengeluhkan banyaknya mobil yang parkir selama berjam-jam, namun bukan tamu dari toko itu.

"Jadi intinya kita hanya bertujuan untuk menertibkan parkir di Jalan Sabang," ujarnya.

Pihak PT Mata Biru juga saat ini masih menzonasi agar parkir motor dan mobil tidak tumpang tindih. Setidaknya, ada 5 zona yang ditempatkan di ujung Jalan Sabang yang berbatasan dengan persimpangan Jalan Kebon Sirih dan KH Wahid Hasyim dan di titik tengah untuk parkir motor.

Masa sosialisasi mesin ini dilakukan selama 3 bulan ke depan. Juru parkir dilatih untuk membantu pengendara yang belum paham penggunaan parkir motor itu. Jika berjalan efektif, sistem yang sama akan diberlakukan di beberapa kawasan di Jakarta.

(bil/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads