Thailand Perintahkan Tes DNA untuk Semua Korban Tsunami
Senin, 10 Jan 2005 14:26 WIB
Jakarta - Otoritas Thailand yang terus berusaha mengidentifikasi ribuan orang yang tewas akibat tsunami, memerintahkan tes DNA terhadap semua korban meninggal. Termasuk pula para korban tewas yang telah dikubur.Kementerian Dalam Negeri Thailand hari Senin ini memerintahkan tes DNA dilakukan pada seluruh jenazah yang sebelumnya tidak dilakukan. Ini sebagai langkah pencegahan agar jasad-jasad korban diidentifikasi dengan benar."Semua jenazah yang tidak dites DNA akan digali supaya sampel DNA bisa diambil, dan microchip akan dipasang untuk mengidentifikasi mereka," ujar seorang pejabat Thai seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/1/2005).Proses menjemukan dan menghabiskan banyak waktu tersebut bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Ini karena para ahli forensik harus meneliti ribuan lembar data. Orang-orang yang melaporkan hilangnya anggota keluarga harus memberikan sampel DNA-nya. Selanjutnya sampel tersebut akan dicocokkan oleh para pakar forensik dengan DNA dari korban.Sekitar 5.300 orang meninggal akibat bencana tsunami yang melanda kawasan-kawasan pantai dan pemancingan di Thailand pada 26 Desember lalu. Sekitar setengah dari korban yang dipastikan meninggal itu adalah para turis asing yang sedang berlibur."Awalnya, semuanya membingungungkan karena kami berusaha bekerja secepat mungkin, sehingga kami membagi mereka hanya sebagai warga Thai dan warga asing," ujar pejabat Thai tersebut. "Namun sekarang semua lebih terorganisir dan kami sadari bahwa beberapa orang yang semula dianggap sebagai warga Thai kemungkinan berasal dari negara-negara Asia lain," katanya.Pihak terkait Thai saat ini masih terus melakukan pencarian untuk menemukan jasad sekitar 3.396 orang yang dilaporkan hilang, termasuk 1.102 warga asing.
(ita/)










































