Agung Diprotes Anggota DPR

Agung Diprotes Anggota DPR

- detikNews
Senin, 10 Jan 2005 12:19 WIB
Jakarta - Kepemimpinan Ketua DPR Agung Laksono dalam sidang paripurna pembukaan masa sidang II banyak menuai protes. Agung dinilai egois karena tidak memberi kesempatan kepada anggota DPR untuk berbicara dalam forum.Setidaknya dalam rapat yang berlangsung di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin, (10/1/2005), itu sempat terjadi beberapa interupsi yang menanggapi pidato pembukaan Agung.Interupsi antara lain dilontarkan Suryama dari FPKS, Zaenal Abidin dari Fraksi Bintang Reformasi dan Patrialis Akbar dari FPAN.Zaenal Abidin misalnya mengajukan usul agar masalah penanganan adopsi anak korban gempa dan tsunami diAceh dimasukkan dalam pidato pembukaan ketua DPR. Namun Agung tidak menanggapi interupsi tersebut. Agung hanya mengatakan, sebelum pidato tersebut dibacakan, draftnya sudah disampaikannya kepada fraksi masing-masing. "Jadi, saya kira tidak ada masalah dengan pidato ini," tegasnya. Meski kemudian banyak terjadi interupsi Agung langsung menutup sidang dan meninggalkan ruangan denagn tergopoh-gopoh.Namun, interupsi anggota DPR terus berlangsung. Misalnya, Suryama dari FPKS yang mengaku kecewa dengan sikap Agung. "Mas Agung seharusnya memberi kesempatan yang sama kepada anggota DPR yang lain untuk berbicara," katanya.Patrialis Akbar dari FPAN bahkan lebih keras menanggapi sikap Agung. Dia mengaku berpikir untuk melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Agung."Seharusnya kita saling dengar bukan caranya begini hanya one way traffic saja. Ini kan bukan khotbah Jumat. Jadi evaluasilah kepemimpinan ini, kecuali dia berubah sikap. Segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk kocok ulang kepemimpinan. Apalagi sudah tidak ada lagi koalisi kebangsaan dan kerakyatan," tuturnya.Dia mengaku sangat terkejut dengan sikap Agung yang tergopoh-gopoh menutup sidang. Patrialis menilai sidang juga berjalan sangat aneh. "Saya sudah lima tahun menjadi anggota DPR dan saya sangat surprised kali ini. Seharusnya sidang mendengarkan hal-hal yang bersifat umum," katanya.Patrialis mengaku dalam sidang tadi dirinya akan menyampaikan hak mengajukan pernyataan, menyampaikan usul dan pendapat mengenai penanganan musibah gempa bumi dan tsunami. Pernyataan tersebut disusun bersama anggota FPAN yang lain, yakni Yasin Kara, Ahmad Farhan Hamid, Tjatur Sapto Edy, Ade Firdaus dan Dede Yusuf.Saat bertemu dengan Agung usai sidang, Patrialis sempat memprotes sikap Agung tadi. "Bang Agung seharusnya jangan seperti itu, beri kami kesempatan untuk mengajukan hak konstitusi," katanya.Menanggapi komentar itu, Agung mengatakan, "Serahkan saja nanti masukan ke ruangan saya. Saya nanti akan sampaikan ke Bamus agar bisa diagendakan." (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads