"Ya nggak apa-apa. Memangnya kalau Demokrat saja kenapa?" kata Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/9/2014).
PD tak khawatir apabila ditinggal oleh fraksi-fraksi lain yang mendukung pilkada langsung tanpa syarat perbaikan. Toh Demokrat juga sudah bertekad menjadi penyeimbang pemerintahan.
"Demokrat kan penyeimbang," ucap Nurhayati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan kita opsi kita itu ada. Itu saja usaha kita. Semua 10 syarat itu absolut saling berkaitan, jadi harus semua dan tidak bisa dipisahkan. Itu tanpa syarat juga. Satu sampai 10 itu tanpa syarat, hehe," kata Nurhayati sambil tersenyum.
Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menyatakan partainya mempertimbangkan opsi ketiga Demokrat itu. Namun Nurhayati sendiri belum mendengar bahwa PDIP telah mempertimbangkan opsinya.
"Bagus-bagus saja kan semua kalau ada komunikasi politik. Kalau itu dikomunikasikan kan bagus. Tapi saya belum mendengar itu (PDIP mempertimbangkan opsi ketiga Demokrat)," tanggap Nurhayati.
Berikut 10 syarat perbaikan dari PD:
1. Uji publik atas integeritas dan kompetensi cagub, cabup, cawalikota.
2. Efisiensi biaya pilkada harus dan mutlak.
3. Pengaturan kampanye dan pembatasan dana.
4. Akuntabilitas penggunaan dana kampanye.
5. Larangan politik uang dan sewa kendaraan partai. Maksudnya adalah, kalau seseorang ingin maju melalui partai A, maka umumnya dikenal ada mahar dan sebagainya, bagi PD harus dilarang.
6. Larangan untuk melakukan fitnah dan kampanye hitam.
7. Larangan pelibatan aparat birokrasi.
8. Larangan pencopotan aparat birokrasi pasca pilkada.
9. Penyelesaian sengketa pasca pilkada.
10. Pencegahan kekerasan dari calon atas keputusan pendukung.
(dnu/trq)










































