Front Pembela Islam (FPI) ramai-ramai menyerbu Gedung DPRD menolak Wagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI yang saat ini masih dijabat oleh Joko Widodo (Jokowi). Peneliti P2P LIPI Indria Samego menilai alasan FPI menolak Ahok tidak jelas.
"Saya kira Ahok itu sudah dipilih rakyat Jakarta saat Pilgub lalu. Masa mau diubah sama FPI, hanya karena berani ngomong keras? Pemikiran ini sangat primitif," tutur dia dalam dialog The Habibie Center bertemakan 'Pilkada Tak Langsung, Demi Demokrasi atau Demi Kuasa?' di Gedung Habibie Center, Jl Kemang Selatan No 98, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2014).
Belakangan, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sempat menyindir Ahok sebagai kutu loncat ketika dirinya memutuskan keluar dari partai yang telah mengusung mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Ini juga disoroti oleh Indria, sehingga ia menilai pentingnya sebuah partai membuat aturan jangka panjang untuk menjaga kestabilan demokrasi negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diketahui, sekitar 300 masa Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Betawi Bersatu (FBB) melakukan demo di depan DPRD DKI Jakarta. Di depan gedung DPRD masih berorasi dan meneriakan kata-kata usiran untuk Ahok.
(aws/bpn)











































