"Saya lihat memang Pilkada langsung ini melemahkan parpol. Suka tidak suka parpol itu bagian dari demokrasi. Kalau ada sebagian orang katakan brengsek memang ada tapi tidak sebesar yang kita bayangkan," ujarnya dalam Dialog The Habibie Center di Gedung Habibie Center, Jl Kemang Selatan No 98, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2014).
"Pilkada langsung tidak mengokohkan tiang politik. Pilkada langsung telah melemahkan pilar demokrasi," imbuh dia dalam dialog yang mengusung tema 'Pilkada Tak Langsung, Demi Demokrasi atau Demi Kuasa?'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir semua kepala daerah dipilih langsung terlibat masalah hukum. Kepala daerah itu (dipilih) dengan ongkos yang mahal, memang ada yang mengatakan demokrasi mahal, tapi kalau terlalu mahal maka ada ongkos yang harus dibayar oleh masyarakat," kata Nasir menerangkan.
"Kalau ada yang brengsek jangan lumbungnya (partai) yang dibakar, tapi orangnya," lanjut dia.
(aws/bpn)











































