SBY Pimpin GGGI, Marty: Ini Pengakuan Internasional terhadap Indonesia

Laporan dari New York

SBY Pimpin GGGI, Marty: Ini Pengakuan Internasional terhadap Indonesia

- detikNews
Rabu, 24 Sep 2014 16:08 WIB
SBY Pimpin GGGI, Marty: Ini Pengakuan Internasional terhadap Indonesia
Cahyo Bruri Sasmito/Setpres
New York - Posisi Indonesia dalam upaya pelestarian lingkungan sudah diakui dunia internasional. Indonesia sudah dinilai sebagai bagian dari solusi. Pengakuan dan kepercayaan internasional terhadap Indonesia semakin tinggi setelah Presiden SBY juga dipercaya menjadi Presiden Majelis sekaligus Ketua Dewan Global Green Growth Institute (GGGI).


"Ini bukan saja trust masyarakat internasional kepada beliau sebagai pribadi dan Indonesia, tapi juga semacam pengakuan Indonesia bisa menjembatani berbagai kepentingan yang perlu direkonsiliasi," kata Menlu Marty Natalegawa seusai menghadiri resepsi penerimaaan SBY sebagai pemimpin CGGI di Markas Besar PBB, New York, Selasa (23/9/2014).


Menurut Marty, hal unik dari GGGI adalah perlu ditumbuhkembangkannya kemitraan antara pemerintah, masyarakat madani, komunitas saintifik, dan pelaku bisnis. "Jadi empat komponen utama ini yang perlu dipertemukan. Dan saya kira Bapak Presiden dianggap sebagai figur yang menyuarakan dan mempersatukan kepentingan-kepentingan yang dianggap berseberangan," ujar Marty.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Banyaknya kepentingan ini telah disinggung oleh mantan Presiden Guyana Bharrat Jagdeo yang bertindak sebagai Presiden Majelis GGGI 2012-2014. "Jadi di antara negara berkembang, ada anggapan bahwa green gowth (pertumbuhan hijau) sebagai sesuatu yang seolah-olah dicurigai apa maksud dan tujuannya. Apa ini persyaratan dari negara-negara maju terhadap negara berkembang, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi mereka ataua bagaimana. Saya kira Presiden SBY melalui peranan beliau bisa menembatani untuk menghapus anggapan-anggapan itu," kata Marty.


Seperti diberitakan, Presiden SBY resmi menerima tawaran untuk menjadi Presiden Majelis sekaligus Ketua Dewan Global GGGI. SBY berkomitmen GGGI akan memainkan peran kunci dalam pertumbuhan hijau, pertumbuhan ekonomi yang berwawasan lingkungan. "Saya yakin GGGI dapat memainkan peran kunci dalam mengarusutamakan pertumbuhan hijau, pertumbuhan berwawasan lingkungan. GGGI harus menjadi yang terdepan dari pembahasan mengenai isu-isu global," kata Presiden SBY dalam pidato penerimaannya sebagai pemimpin GGGI.


SBY menggantikan Lars Lokke Rasmussen (mantan PM Denmark) dan Bharrat Jagdeo sekaligus, yang saat ini menjabat Ketua Dewan dan Presiden Majelis GGGI. SBY akan memulai mengemban dua jabatan ini pada 18 November 2014. Pada saat itu, SBY sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden Indonesia. Organisasi ini berpusat di Seoul.


GGGI memiliki dua badan, yakni Majelis dan Dewan. Majelis merupakan organ tertinggi, sedangkan Dewan bertindak sebagai eksekutif. Organisasi ini memiliki kantor operasi di lima benua dan memiliki 20 negara anggota. Lembaga ini bertujuan membantu memberikan asistensi pada negara-negara berkembang dalam merumuskan pembangunan yang ramah lingkungan. GGGI juga memberikan asistensi bagi program kerja sama pemerintah dan swasta.


Presiden Korsel Park Geun-hye yang hadir dalam resepsi penerimaan SBY sebagai pemimpin GGGI, menjelaskan alasannya meminta SBY memimpin organisasi yang diinisiasi Korea Selatan itu. Indonesia, ujar Park, kini telah menjadi bagian dari solusi, sehingga dunia menempatkan pelestarian hutan sebagai bagian inti dari permasalahn lingkungan. "Ini berkat upaya keras Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden SBY," kata Park Geun-hye.

(asy/nrl)


Berita Terkait