"Ketua atau lurahnya itu Ali Andra alias Hendra. Dia biangnya yang belum ketangkap. Satu lagi yang belum tertangkap Situmorang, masih dikejar. Mudah-mudahan minggu ini bisa ditangkap," ujar Kabid Humas Polres Bekasi Kota AKP Siswo kepada detikcom, Selasa (23/9/2014).
Sore tadi sekitar pukul 17.15 WIB, 2 orang tahanan yang kabur telah diamankan di Polresta Bekasi dengan kondisi luka tembak di bagian kaki. Kedua orang tersebut adalah Fitri alias Petruk dan Arif Setiawan yang ditangkap kemarin, Senin (22/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua orang lagi, Adi Saputra dan Andi Ali alias Kethel ditangkap di Purwakarta hari Sabtu (20/9). Itu sudah masuk (Polresta Bekasi) kemarin," kata Siswo.
Ketua komplotan, Hendra menurut Siswo menyuruh Andi alias Kethel untuk pesan gergaji kepada ibunya, Sudarwati. Setelah itu Sudarwati lalu meminta tolong kepada saudaranya yang bernama Niko untuk membeli 2 buah gergaji.
"Ibu Sudarwati minta tolong saudaranya, Niko beli gergaji 2. Belinya di pasar Jatiwaringan. Sudarwati sudah diperiksa dan dijadikan tersangka dan masih dalam perkembangan," Siswo menjelaskan.
Saat ini keempat tahanan yang telah berhasil dibekuk jajaran kepolisian dititipkan di Polresta Bekasi. Seorang di antara mereka, Arif mengaku ia bersama komplotannya menggergaji teralis besi di kamar mandi tahanan Polsek Pondok Gede dalam waktu 4 hari hingga mereka akhirnya berhasil kabur.
"4 hari gergajinya," ungkap Arif saat ditanyai wartawan ketika sedang digiring menuju tahanan di Mapolresta Bekasi.
(ear/fdn)











































