20 Ponpes NU Siap Terima Pengungsi Aceh
Minggu, 09 Jan 2005 15:46 WIB
Yogyakarta - Sekitar 20-an pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Istimewa Yogyakarta siap menampung anak-anak yatim piatu/ pengungsi korban tsunami Aceh. Selain menampung pengungsi, ponpes juga akan memberikan pendidikan yang layak bagi mereka sehingga tidak terlantar pendidikannya."Kami siap menampungnya, berdasarkan data sementara jumlah pasti yang siap sebanyak 20 ponpes. Namun untuk daya tampung masing-masing ponpes bisa menyesuaikan jumlahnya," kata Ketua tanfidziyah Pengurus Wilayah (PW) NU DIY Prof Dr H Mas'ud Mahfud kepada waratawan disela-sela acara "Tahlil untuk Aceh" di kantor PW NU DIY di Jl HOS Cokroaminoto Yogyakarta, Minggu (9/1/2005).Untuk menampungnya kata Mas'ud, pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan asosiasi pondok pesantren NU dan PBNU untuk membicarakan masalah teknis penyalurannya. Secara umum, ponpes NU di Yogyakarta sudah memenuhi syarat baik dari sisi pendidikan maupun untuk pemulihan mental anak-anak pengungsi."Yogyakarta sebagai kota pelajar sangat memenuhi syarat, termasuk untuk program recovery mental psikologis. Semuanya ini sudah kita siapkan dan tinggal dengan koordinasi dengan semua pihak termasuk dengan mendiknas," katanya.Mas'ud menegaskan dari sisi biaya dan pendanaan, justru bagi ponpes sendiri tidak ada masalah dan kendala secara ekonomis. "Berapa pun ponpes-ponpes siap menerima. Di pondok-pondok saja dengan kamar ukuran 3 x 4 meter saja bisa dipakai untuk 10 orang santri. Jadi tidak ada masalah secara ekonomis dan jumlah daya tampungnya," ujarnya.Mantan Pembantu Rektor II UGM itu menambahkan pihaknya mendukung himbauan pemerintah yang meminta jangan sampai ada adopsi terhadap anak-anak korban tsunami Aceh. Tetapi kalaupun anak-anak pengungsi tidak diperbolehkan keluar dari Aceh, pihaknya saat ini melalui PB NU dibantu PW NU Aceh untuk membantu mengkoordinasi bantuan untuk penyantunannya."Kami berharap, orang-orang yang akan menyantuninya juga sesusai dengan agamanya sehingga iman anak-anak Aceh tidak kacau," katanya.Dalam acara doa bersama untuk Aceh itu, PW NU DIY berhasilmengumpulkan dana sebanyak Rp 71 juta dan sekitar 3 ton bantuan dalam bentuk barang berupa makanan instan, susu bubuk, air minum dan pakaian pantas pakai. Bantuan tersebut akan dikirimkan bersama dengan bantuan dari pemerintah propinsi DIY.Dalam acara itu juga dilakukan doa bersama yang dipimpin sejumlah kiai sepuh NU DIY diantaranya KH Mochtar Dawan dari Mlangi Gamping Sleman, KH Mufid Mas'ud darui Ponpes Sunan Pandanaran Ngaglik Sleman, KH Nawawi Abdul Aziz dari Ponpes Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul dan KH Zaenal Abdin Munawwir dari Ponpes Al Munawwir Krapyek Sewon Bantul.
(jon/)











































