Perhimpunan Jurnalis Minta Porwanas Dibatalkan
Minggu, 09 Jan 2005 12:16 WIB
Jakarta - Pekan Olah Raga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan digelar di Pekanbaru, Riau pekan depan dengan menghabiskan dana Rp 6 miliar, terus menuai kecaman.Perhimpunan Jurnalis Indonesia, menilai penyelenggaraan porwanas di tengah situasi keprihatinan atas bencana nasional di Aceh sebagai tindakan tak bermoral. "Dari sisi moral mereka tak bermoral, saat teman-teman wartawan lain bertugas di Aceh, menjadi relawan, bahu membahu mengangkat Aceh dari keterpurukan. Seharusnya mereka menyalurkan energinya untuk mengembalikan Aceh, apa tak malu dengan dunia internasional yang juga sedang menggalang dana untuk Aceh," kata Ismed Hasan Putro.Pernyataan Ketua Umum Perhimpunan Jurnalis Indonesia Ismed Hasan Putro disampaikan kepada detikcom melalui sambungan telepon, Minggu (9/1/2005). Ismed sangat menyanyangkan jika porwanas tetap dilaksanakan.Apalagi, kata Ismed, dana yang digunakan sangat besar. Dana sebesar Rp 6 miliar akan sangat berarti bagi para korban bencana alam gempa dan gelombang tsunami di Aceh. "Apa teman-teman tega adakan porwanas yang hanya sebagai ajang reuni. Itu namanya melecehkan orang yang menderita," ujarnya.Selain itu, penggunaan dana sebesar itu yang diambil dari APBD juga sangat disayangkan Ismed. "Seharusnya wartawan mempunyai kesadaran, bahwa itu uang rakyat. Sudah seharusnya digunakan untuk kepentingan orang banyak. Apa ada sisi kemanusiaannya porwanas itu, kalau menggunakan dana APBD dan dilaksanakan di tengah saat orang lain membutuhkan," kata Ismed.Untuk itu, Ismed meminta agak pelaksanaan porwanas dibatalkan saja. Uang APBD dikembalikan, dan disumbangkan untuk membantu saudara-saudara yang terkena bencana di Aceh dan Sumatera Utara. "Ini bukan saat yang tepat berkangen-kangenan. Saatnya kita menggalang solidaritas, tak hanya di Indonesia saja, tetapi seluruh dunia untuk membantu korban bencana alam di Aceh," tambah Ismed.
(jon/)











































