Polisi: Sejak Awal Istri AKBP Idha Ikut Transaksi dan Terlibat

Polisi: Sejak Awal Istri AKBP Idha Ikut Transaksi dan Terlibat

- detikNews
Senin, 22 Sep 2014 22:13 WIB
Polisi: Sejak Awal Istri AKBP Idha Ikut Transaksi dan Terlibat
Jakarta - Istri AKBP Idha Endri Prastiono, Titi Yustinawati, ditangkap Polda Kalimantan Barat (Kalbar). Titi ditangkap terkait dugaan pencucian uang sang suami.

"Saudari Titi Yuswantini yang sejak awal mengikuti dan mengetahui proses transaksi penyalahgunaan wewenang tersebut. Dengan demikian maka dia patut diduga telah melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 UU no 8 tahun 2010," kata Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, Senin (22/9/2014).

Titi ditangkap pada hari Minggu (21/9) malam sekitar pukul 23.30 WIB di Jeruju, Pontianak. Wanita kelahiran 1964 itu merupakan istri dari AKBP Idha Endri Prastyono yang saat ini telah ditahan oleh penyidik Polda Kalbar dalam perkara tindak pidana korupsi atas penyalahgunaan wewenang dalam proses penyidikan yaitu menguasai barang milik orang lain dalam proses penyitaan.

Pasal pencucian uang dikenakan pada Titi karena dia diduga terlibat ketika Idha mengerjai tersangka narkoba Haris pada 2013 lalu. Arief mengatakan Titi berada dalam ruangan ruangan ketika pengalihan sertifikat tanah dari tersangka Haris.

Peristiwa pengalihan 4 sertifikat kavling tanah di Kubu Raya di Pontianak itu berlangsung pada 2013. Pengalihan dilakukan dengan imbalan pasal yang membuat tersangka bisa bebas. (Baca: Begini Peran Istri AKBP Idha Ketika Suaminya Mengerjai Tersangka Kasus Narkoba).

Nama Titi mencuat ketika AKBP Idha ditangkap polisi Malaysia karena dugaan kasus narkoba. Ternyata, setelah menjalani pemeriksaan dua pekan, AKBP Idha dipulangkan ke Indonesia.

Meski lepas dari jeratan hukum di Malaysia, AKBP Idha rupanya sudah ditunggu perkara lain di Indonesia. Mulai dari urusan korupsi, urusan kode etik, hingga dugaan pencucian uang.

Sang istri, Titi, yang sempat disebut oleh Kepala BNN Komjen Anang Iskandar masuk dalam lingkaran sindikat narkoba internasional, juga ikut diselidiki. (Baca kisah selengkapnya di Majalah Detik edisi 145, "Titi & The Bad Cop")

(dha/vid)


Berita Terkait