"Kalau mau masuk ke koalisi ya silahkan, kita kan terbuka. Tapi kalau urusan nama itu urusan dan hak prerogatif presiden. Itu konstitusi lho," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (22/9/2014).
Ia enggan berkomentar banyak saat ditanya apakah nama politisi PPP Lukman Hakim Syaifuddin menjadi calon terkuat untuk melanjutkan jabatan Menteri Agama. "Belum urusan nama," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran perwakilan PPP dalam Rakernas PDIP di Semarang dinilai sebagai langkah masuknya PPP dalam koalisi Jokowi-JK. Jokowi yakin PPP dan PAN akan meninggalkan Koalisi Merah Putih dan ikut gerbongnya.
Terkait nama-nama calon menteri dari partai politik, Jokowi mengaku belum semua partai anggota koalisinya yang menyerahkan nama.
"Belum semuanya (yang memberi nama)," ujarnya.
Wakil Bendahara Umum DPP PKB, Bambang Susanto, mengatakan partainya sudah menyiapkan nama-nama kadernya untuk diseleksi Jokowi untuk kursi menteri. Seperti yang sudah diduga, nama-nama itu tidak jauh dari Muhaimin Iskandar, Marwan Jafar, Rusdi Kirana, Sekjen Imam Nahrawi, Abdul Kadir Karding serta Ida Fauziyah.
Meski sudah menyiapkan nama, partai ini tetap bersikeras tak setuju dengan keinginan Jokowi agar menteri dalam pemerintahannya nanti tak memegang jabatan dalam partai. Ketum PKB, Muhaimin Iskandar yang turut dicalonkan PKB ini yang paling keras menyampaikan penolakannya.
(bil/dnu)











































