"Persiapan sudah lebih dari 80 persen," kata Abdul Djamil kepada wartawan di Makkah, Senin (22/9/2014).
Ia mengatakan, pada saat Armina, ada jutaan umat Islam yang bergerak dari Makkah menuju Arafah dan Mina sehingga perlu koordinasi yang bagus agar jamaah Indonesia tertangani dengan baik.
Hal ini harus menjadi perhatian karena jumlah jamaah haji reguler Indonesia pada tahun 2014 ini sebanyak 155.200 orang. Untuk itu, pada saat Armina, petugas haji dari Jeddah dan Madinah akan diperbantukan.
"Semua perlu dikawal supaya jamaah bisa naik bus dengan tepat dan tidak tersesat saat bersama dengan seluruh umat Islam dunia melakukan ibadah haji," katanya.
Selanjutnya, dalam persiapan Armina maka rapat-rapat koordinasi terus dilanjutkan termasuk dengan muasasah (pihak swasta Arab Saudi yang mengurusi masalah haji). Siang tadi, Dirjen juga memimpin langsung rapat koordinasi dengan jajaran PPIH Daker Makkah.
Puncak haji atau wukuf di Padang Arafah diperkirakan akan jatuh pada Jumat tanggal 3 Oktober 2014. Setelah itu jamaah akan menginap di Muzdalifah dan dilanjutkan perjalanan ke Mina untuk melempar jumroh.
(van/vid)











































