Presiden SBY dijadwalkan menghadiri pertemuan GGGI di Conference Building Markas Besar PBB pada Selasa (23/9) besok. Dalam pertemuan ini, SBY akan menerima jabatan Chair of The Council dan President of the Assembly GGGI.
GGGI bukanlah lembaga di bawah PBB. Menurut Staf Khusus Presiden bidang luar negeri, Teuku Faizasyah, GGGI merupakan perkumpulan yang dibentuk oleh sejumlah negara yang peduli pada pembangunan ekonomi berwawasan lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GGGI dibentuk pada 2012 dengan inisiator Korea Selatan. Karena itulah, kantor administratif GGGI berada di Seoul.
Di awal dibentuknya, PM Denmark ditunjuk sebagai ketuanya. Periode kepemimpinan dalam GGGI ditetapkan dua tahun.
Menurut Faizasyah, negara-negara yang tergabung dalam GGGI akan bersama-sama mendanai organisasi. Selain itu, juga ada bantuan dari perusahaan-perusahaan swasta yang peduli pada pembangunan ekonomi berwawasan lingkungan.
Indonesia Palm Oil Pledge
Sementara itu, di sela-sela agenda di markas PBB, SBY juga akan menyaksikan penandatanganan Indonesia Palm Oil Pledge. Penandatangan ini sebagai respons atas isu selama ini yang menuding sawit Indonesia merusak lingkungan.
Dalam kesempatan ini, Indonesia akan menegaskan dan mencounter isu tersebut bahwa pengelolaan sawit Indonesia tidak merusak lingkungan. Indonesia sangat concern dalam pelestarian lingkungan, termasuk dalam pengelolaan sawit.
(asy/vid)











































