Ambil Uang Majikan Rp 100 Ribu, Seorang Pembantu Dipenjara 23 Hari

- detikNews
Senin, 22 Sep 2014 17:45 WIB
Jakarta -

Gara-gara mengambil uang majikannya sebesar Rp 100 ribu, Nur Sa'adah harus meringkuk di penjara selama 23 hari. Majelis hakim memerintahkan jaksa segera mengeluarkan Nur dari tahanan meski jaksa melakukan banding.

Pencurian itu dilakukan Nur di rumah majikannya di Perumahan Juanda Harapan Permai Blok G-20, Sidoarjo. Waktu itu Nur tengah membersihkan kamar majikannya, Agung Indra Lesmana, pada 26 Maret 2014 pagi.

Di saat itu, Nur menemukan uang Rp 100 ribu di saku celana Agung dan mengambilnya. Sorenya, Agung komplain dan meminta Nur mengaku, tapi perempuan berusia 49 tahun itu mengelak. Ternyata Agung memasang CCTV di kamarnya dan kemudian menunjukkan video pencurian itu ke Nur.

Alhasil, Nur akhirnya mengakui perbuatan tersebut. Setelah itu, Agung melaporkan perbuatan Nur ke Polsek setempat dan Nur harus mendekam di sel kantor polisi.

"Saya mengambil celana untuk dicuci. Tapi pas memeriksa kantong celana ada uang tersebut. Jadi saya tidak jadi mencuci dan mengambil uang Rp 100 ribu itu," kata Nur mengakui perbuatannya sebagaimana tertuang dalam putusan PN Sidoarjo yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (22/9/2014).

Atas pengakuan itu, Agung pun memaafkan Nur. Meski angka kehilangan kecil dan Agung telah memaafkan, jaksa tetap menuntut Nur untuk dijatuhi hukuman 5 bulan penjara. Apa kata majelis hakim?

"Menjatuhkan pidana penjara selama 23 hari. Memerintahkan agar Terdakwa dikeluarkan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan meskipun ada upaya hukum banding," putus majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Duduk sebagai ketua majelis Johny Aswar dengan anggota Satyaningsih dan Dr Eddy Siregar. Dalam vonis yang diucapkan pada 15 Juli 2014 itu, mereka bersepakat nilai nominal tindak pidana yang dilakukan relatif kecil yaitu sebesar Rp 100 ribu sehingga jauh di bawah standar Perma No 2/2012.

"Hal yang meringankan terdakwa secara nyata dan sungguh-sungguh telah menunjukkan rasa penyesalannya. Terdakwa belum sempat menikmati perbuatannya," ujar majelis hakim.

(asp/nrl)