440 Warga Inggris Dikhawatirkan Tewas Akibat Tsunami
Sabtu, 08 Jan 2005 20:34 WIB
Jakarta - Sebanyak 49 orang wisasatan asal Inggris yang sedang berlibur di Thailand dipastikan meninggal akibat bencana tsunami. Sementara 391 orang warga negara Inggris lainnya masih hilang dan dikhawatirkan juga telah meninggal."Hampir tidak mungkin untuk mengetahui negara asal (para korban)," kata Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw dalam jumpa pers usai mengunjungi lokasi bencana di Phuket, Thailand, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Sabtu (8/1/2005).Sulitnya mengidentifkasi kewarganegaraan korban ini yang membuat Straw meminta warganya bersiap menghadapi yang terburuk. Straw pun memperingatkan akan lamanya penantian para anggota keluarga dari mereka yang masih hilang untuk menunggu hasil tes DNA para korbanSebanyak 391 warga Inggris yang hilang di Phuket diduga termasuk korban tewas karena keterangan saksi yang menyebutkan keberadaan mereka di lokasi bencana dan belum kembali sejak itu. Sebelumnya jumlah korban tewas asal Inggris dilaporkan 41, dan yang hilang 199 orang.Straw meninjau lokasi bencana di pantai Patong di pulau Phuket didampingi jajaran pejabat Thailand. Kawasan ini termasuk yang paling parah diterjang gelombang tsunami pada Minggu, 26 Desember lalu. Sekitar 5.300 orang meninggal di Thailand, dan sekitar separuhnya wisatawan asing.Straw juga bertemu para korban asal Inggris di Rumah Sakit Internasional Phuket. Setelah itu ia bertemu Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan Menteri Dalam Negeri Bhokin Bhalakula untuk membahas penanganan para korban selamat dan identifikasi korban tewas.
(gtp/)











































