Permintaan Hasan Agar Isterinya Disuntik Mati Hanya Gertakan
Sabtu, 08 Jan 2005 18:00 WIB
Jakarta - Meski isterinya sudah sadar dari koma tapi Panca Satrya Hasan Kusuma bersikukuh agar Agian Isna Nauli disuntik mati atau euthanasia. Menurut mantan Ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI Kartono Mohamad, Hasan hanya menggertak."Permintaan yang disampaikan suami Ny. Agian itu hanya gertakan saja. Saya sudah beberapa kali mengobrol dengan suaminya, dan dia menjawab tidak pernah mengajukan secara serius," ujar Kartono kepada detikcom.Kartono, yang ditemui dalam acara pembentukan tim penanganan kesehatan anak pasca tsunami di kantor IDI, Jl. Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta, Sabtu (8/1/2005), menuturkan ia pernah bertanya kepada Hasan apakah betul dia meminta euthanasia atas isterinya. "Kalau mau minta euthanasia, saya bilang bawa pulang saja kan nanti mati sendiri. Dia bilang, tidak. Saya tidak mau mencabut hak hidup isteri saya," ujar Kartono menirukan jawaban Hasan.Dari perbincangan itu Kartono menyimpulkan permintaan euthanasia itu cuma gertakan saja. "Dia tidak serius dan hanya putus asa karena keterbatasan uang dan masalah tidak jelasnya malpraktek (yang menimpas Ny. Agian, red) yang tidak ada satupun yang mendengar teriakannya."Kartono juga menjelaskan syarat-syarat untuk melakukan euthanasia itu belum ada. Secara umum permintaan ini harus disampaikan oleh yang bersangkutan sendiri atau yang sakit. Kecuali jika ada UU yang mengatur lain, dan kita belum ada UU yang mengatur tentang euthanasia.Sebelumnya kepada detikcom Hasan menyatakan tidak akan menarik permohonan euthanasia terhadap istrinya yang sudah disampaikan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hasan bahkan mengaku tidak menyesalinya."Permohonan tetap saya ajukan. Masalah boleh atau tidak, itu tergantung hakim. Hal ini agar jangan timbul Agian-Agian baru dan dapat menjadi pelajaran bagi kita," kata Hasan saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (7/1/2005).Hasan juga mengaku tidak merasa menyesal dengan keputusannya mengajukan euthanasia terhadap istrinya. "Saya tidak menyesali permintaan euthanasia terhadap istri saya, yang saya sesali adalah tindakan malpraktek yang menimpa istri saya."
(gtp/)











































