Mensos: Meulaboh Tak Ada Apa-apanya Dibanding Calang
Sabtu, 08 Jan 2005 17:44 WIB
Jakarta - Kondisi Meulaboh yang banyak diberitakan menjadi korban tsunami terburuk, ketika dibandingkan dengan keadaan ota Calang ternyata tidak ada apa-apanya. Hal ini dikatakan oleh Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar sebagaimana dikutip Syamsir Alam.Syamsir adalah ketua Tim 1 Offroad dari Indonesia Offroad Federation (IOF) yang mendampingi dan mengantar Mensos ke Calang. Menurut Syamsir, Mensos menilai Kota Calang nyaris 100% hancur dan korban tewas diperkirakan 20.000 orang. Sampai sekarang masih banyak mayat di pinggir kota ke arah hutan yang masih belum diurus.Dengan situasi transportasi yang terputus baik ke Banda Aceh maupun ke Meulaboh, membuat bantuan bagi Calang hanya bisa dilakukan melalui udara dan laut. "Kondisi jalan darat dikatakan hancur. Setiap 2 km jalan terputus atau jembatan terputus," kata Syamsir menggambarkan derajat kesulitan yang dihadapi timnya di sana, sebagaimana rilisnya pada detikcom.Kota Calang boleh dibilang sebagai kota yang terjebak dan tampaknya sulit untuk berharap mempunyai akses ke kota lain dalam waktu dekat. Dengan kondisi itu, Kota Calang nyaris terisolasi dan menyulitkan bantuan bagi penduduk di sana. Kesulitan utama adalah tiadanya pasokan BBM sampai saat ini.Tim Offroad pimpinan Syamsir Alam khawatir tidak mampu lagi bekerja bila dalam hari-hari ini tidak ada pasokan BBM dari luar Calang. "Persediaan BBM kami seharusnya sudah habis hari ini. Namun dengan berhemat kami masih mampu beroperasi untuk 1-2 hari lagi," kata Syamsir. Dia meminta perhatian semua pihak untuk sesegera mungkin melakukan dropping BBM yang sangat dibutuhkan.Di samping itu, kebutuhan logistik makanan bagi pengungsi yang dibawa oleh TNI AL juga semakin tipis dan diperkirakan hanya cukup untuk 3 hari lagi. "Kebutuhan mendesak yang minimal dan sederhana adalah beras dan ikan asin," kata Syamsir.Mensos, dikatakan Syamsir, melakukan peninjauan lokasi dengan 3 kendaraan offroad. Mengapa tidak menggunakan truk Unimog Marinir? Syamsir mengatakan bahwa medan yang menanjak serta licin dan berlumpur menyulitkan truk tersebut, karenanya kendaraan offroad menjadi kendaraan andalan untuk medan seperti itu.Jadi, kendaraan offroad diperlukan? "Sangat diperlukan mengingat medannya yang sangat berlumpur, ruang gerak yang sempit karena reruntuhan serta kelincahan manuver yang tinggi," jawab Syamsir.Buka JalanSyamsir cs bersama pasukan Marinir telah berusaha membuka jalan ke arah Meulaboh. Namun upaya ini sangat lambat dan berat mengingat jalan yang sudah sangat hancur. "Dari Jumat hingga Sabtu siang ini hanya berhasil dibuka jalan sepanjang 6 km. Banyaknya jembatan yang putus pada sungai yang sangat lebar menjadi permasalahan dalam membuka jalan," urai Syamsir.Syamsir mengharapkan segera dikirim kendaraan berat namun dengan ukuran kecil agar tidak merusak jalan. Kebutuhan minimal adalah Backhoe, Loader, Bulldozer, truk kecil colt diesel untuk mengangkut tanah. Jumlah masing-masing jenis, menurut Syamsir, sekitar 6 kendaraan.
(nrl/)











































