Anak-anak Aceh Dikhawatirkan Terjangkit Pneumonia Tsunami

Anak-anak Aceh Dikhawatirkan Terjangkit Pneumonia Tsunami

- detikNews
Sabtu, 08 Jan 2005 16:21 WIB
Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengkhawatirkan terjangkitnya pneumonia aspirasi atau radang paru-paru di kalangan anak-anak korban bencana tsunami di Aceh dan Sumut. Penyakit yang mendapat sebutan khusus pneumonia tsunami ini sangat mematikan, tingkat kematiannya mencapai 50 persen.Kekhawatiran ini disampaikan Ketua umum IDI Prof. Dr. Farid Anfasa Moeloek dalam kesepakatan pembentukan tim penanganan kesehatan anak pasca tsunami bersama Koalisi Masyarakat Sipil untuk Korban Gempa dan Tsunami di kantor IDI, Jl. Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/1/2005).Tim yang dikoordinatori mantan Ketua umum IDI dr. Kartono Mohammad ini akan melakukan diagnosa terhadap anak-anak yang berpotensi atau sudah menunjukkan gejala pneumonia aspirasi atau radang paru-paru. Penyakit ini dikhawatirkan timbul karena tertelannya air yang mengandung lumpur, pasir, minyak dan kuman-kuman penyakit lainnya saat terjadi terjangan badai tsunami.Menurut Moeloek, banyak anak yang selamat saat bencana tapi kemudian kondisinya memburuk. Oleh karena itu perlu adanya pertolongan pertama kepada anak-anak yang diduga terkena pneumonia aspirasi."Semua pengobatan yang diberikan para korban, khususnya anak-anak, dilakukan secara gratis. Tapi kalau jumlahnya terus bertambah banyak maka tim akan meminta kepada para pihak yang menggalang dana kemanusian untuk memberikan bantuan," katanya.Dijelaskan Moeloek, penyakit ini menulat lewat pernafasan. Penyakit yang timbul pasca bencana tsunami ini memiliki sebutan khusus, yaitu pneumonia tsunami yang tingkat kematiannya mencapai 50 persen. Sedang pneumonia biasa tingkat kematiannya 10 sampai 20 persen.Menurut dokter spesialis anak Bambang Supriyatno, ciri-ciri anak yang terkena pneumonia adalah panas yang tinggi, batuk-batuk, dan nafasnya cepat. Jika anak berusia di bawah dua bulan, nafasnya bisa 60 kali dalam satu menit. Dua bulan sampai satu tahun 50 kali, satu tahun sampai empat tahun 40 kali. Jika ada anak-anak yang memiliki ciri-ciri di atas bisa dipastikan ia terkena pneumonia yang dapat menyebabkan kematian itu. (gtp/)


Berita Terkait