17 Negara Beroperasi di Aceh, Australia-Singapura Memimpin
Sabtu, 08 Jan 2005 15:12 WIB
Jakarta -
Aceh kini menjadi lautan orang asing. Tak tanggung-tanggung 17 negara mengirimkan personelnya -- termasuk personel Angkatan Bersenjatanya-- ke daerah bencana itu. Operasi kemanusiaan mereka dipimpin oleh Singapura dan Australia.Bagaimana mengkoordinasikan personel 17 negara yang jelas-jelas beda bahasa atau pun kulturnya itu? "Ada pengaturan tidak resmi di bawah pimpinan Singapura dan Australia," kata Menhan Juwono SudarsonoJuwono menyatakan itu usai melakukan perbincangan dengan Menhan Australia, Robert Hill, di Hotel Hilton, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/1/2005). Hill sejatinya juga ingin meninjau Aceh, namun batal karena lalu lintas Bandara Iskandar Muda sangat padat.Juwono menyatakan, Singapura dan Australia memegang kendali karena datang ke medan bencana lebih dahulu. Lainnya menyusul. "Singapura dan Australia adalah pelopor bantuan kemanusiaan ini. Diusahakan ada koordinasi antarpara pembantu negara asing ini pada tingkat Angkaan Bersenjata," kata Juwono.Nantinya, kata Juwono, koordinasi akan dikendalikan oleh personel PBB. PBB saat ini tengah membangun kantornya di Banda Aceh. Dengan demikian, Australia dan Singapura yang kini menjadi koordinator tak resmi, mesti patuh pada pengaturan PBB.
(nrl/)










































