Banyak Guru di Surabaya ingin Jadi Relawan Pendidikan di Aceh
Sabtu, 08 Jan 2005 14:36 WIB
Surabaya - Pasca gempa dan tsunami pendidikan di Aceh praktis lumpuh. Selain bangunan sekolah yang hancur, tenaga pendidiknya juga tidak ada. Kondisi ini mengundang kepedulian para guru di daerah lain untuk menjawa tenaga sukarelawan di bidang pendidikan.Keinginan menjadi relawan pendidikan ini terungkap dalam acara doa bersama sekitar 3.000 guru SD, SMP, dan SMA se-Surabaya yang digelar di Stadion 10 November, Jl. Tambaksari, Surabaya, Sabtu (8/1/2005) siang.Menurut Ahmad Fauzi, seorang guru SMP swasta di Surabaya, di antara peserta doa bersama banyak yang ingin menjadi relawan tenaga pendidikan ke Aceh. Namun mereka tidak tahu bagaimana prosedurnya. "Sebenarnya kawan-kawan banyak yang ingin jadi sukarelawan. Karena kondisi anak-anak di sana pendidikannya terlantar. Selain bangunannya rusak juga tenaga pengajaranya tidak ada. Tapi kita tidak caranya dan melalui siapa," kata Ahmad Fauzi.Sektor pendidikan merupakan persoalan yang mendesak untuk dipulihkan di Aceh pasca gempa dan tsunami di Aceh. Wapres Jusuf Kalla telah memerintahkan Mendiknas Bambang Sudibyo untuk segera mengaktifkan kembali pendidikan di walaupun berlangsung dalam keadaan darurat.Dinas Pendidikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) telah menargetkan pendidikan di wilayah Aceh yang terkena gelombang tsunami mulai berjalan kembali pada 26 Januari 2005. Kini sedang dilakukan pendataan terhadap jumlah siswa yang selamat dari bencana, termasuk sekolah-sekolah yang rusak dan masih layak digunakan. Menurut Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NAD, Anas M. Adam, siswa-siswa yang selamat dari bencana tsunami saat ini diperbolehkan mendaftar di seluruh sekolah yang masih berjalan, baik itu di Provinsi NAD ataupun di Sumatera Utara. Aktivitas pendidikan di Aceh lumpuh sejak 26 Desember 2004. Sekitar 80 persen sekolah tidak berjalan. Di Aceh terdapat 3.227 sekolah dasar, 400-an sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum. Diperkirakan sekitar 400 sekolah di Banda Aceh rusak diterjang tsunami.
(gtp/)











































