"Mendukung rencana presiden terpilih untuk menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional," ujar Ketua DPP PDIP Puan Maharani membacakan butir rekomendasi dan sikap politik hasil Rakernas IV di Marina Convention Center, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/9/2014).
Rakernas juga meminta pemerintahan baru menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila. "Dan menjadikannya sebagai hari Libur Nasional, sebagaimana keputusan Rakernas III PDI Perjuangan," ujar Puan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jokowi, penandatanganan perjanjian itu tak akan menjadi beban. Ia menilai, langkahnya tersebut tak bertentangan dengan komitmennya bahwa tak ada kontrak atau jual beli apapun dalam kabinet pemerintahannya nanti.
"Ya itu kearifan lokal, santri kan kearifan nasional," kata Jokowi.
Di samping itu, Jokowi mengatakan, tanggal 1 Muharam memang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Sehingga dirinya tak akan mengubah ketetapan sebelumnya.
(fdn/ahy)











































