Dilarang Masuk Gaza, Bantuan Lembaga Kemanusiaan RI Juga Tertahan di Kairo

Laporan dari Yordania

Dilarang Masuk Gaza, Bantuan Lembaga Kemanusiaan RI Juga Tertahan di Kairo

- detikNews
Sabtu, 20 Sep 2014 21:25 WIB
Dilarang Masuk Gaza, Bantuan Lembaga Kemanusiaan RI Juga Tertahan di Kairo
Amman - Serangan 51 hari militer Israel ke wilayah Gaza, Palestina beberapa waktu lalu menimbulkan korban jiwa dan materi tidak sedikit. Sejumlah lembaga sosial kemanusiaan di Tanah Air pun menggalang bantuan hingga berjumlah miliaran rupiah.

Dana tersebut lalu dibelikan bahan kebutuhan pokok di Kairo untuk warga Gaza. Namun ternyata sudah hampir satu bulan, bantuan tak kunjung dapat disalurkan. Pemerintah Mesir menutup rapat-rapat pintu Rafah yang menghubungkan Mesir-Gaza.

"Ada bantuan dari sekitar 5 charity yang tertahan di Kairo," ujar ketua delegasi DPR RI untuk kunjungan ke Palestina, Mahfudz Sidik di Amman International Hotel, Yordania, Sabtu (20/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahfudz mengatakan, rencana awal kedatangan delegasi DPR ke Gaza tidak sekadar berkunjung tapi juga membawa masuk bantuan-bantuan yang tertahan lebih dari sebulan tersebut ke Gaza.

Lembaga sosial kemanusiaan itu antara lain Darul Quran, PKPU, ACT, dan BSMI.

Menurut Mahfudz, pemerintah Mesir menginginkan bantuan dari lembaga kemanusiaan RI itu menyalurkan bantuan melalui lembaga kemanusiaan Mesir.

"Sementara para charity kita ini kan ingin menyampaikan langsung sebagai pertanggungjawaban untuk masyarakat. Nanti di Kairo kami akan berbincang dengan mereka," jelasnya.

Sebelumnya, rombongan delegasi DPR RI ke Palestina juga gagal mendapatkan izin dari pemerintah Mesir untuk melewati gerbang Rafah masuk ke Gaza. Pemerintah Mesir beralasan karena situasi yang memanas di lapangan.

Delegasi DPR yang ikut dalam kunjungan ini antara lain Ketua Komisi I Mahfudz Sidik, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Surahman Hidayat, Syaifullah Tamliha (FPPP), Almuzammil Yusuf (FPKS), Ramadhan Pohan (FPD), Muhammad Najib (FPAN), Hari Kartina (FPD), M Basri Sidehabi (FPG), dan M Syahfan Badri Sampurno (FPKS).

(rmd/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads