"Perbatasan selama ini selalu jadi persoalan. Seringkali ada pergeseran tapal batas," kata koordinator aliansi Mursalin di Kantor Transisi, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2014).
Mursalin bersama kelima rekannya tiba di kantor transisi sekitar pukul 17.15 WIB. Akan tetapi dikarenakan semua deputi tak ada di tempat, laporan aspirasi hanya disampaikan melalui petugas keamanan yang berjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berharap pemerintah membuat regulasi terkait perbatasan tidak hanya PP tapi juga Undang-undang. Sehingga terkait masalah anggaran dan aspek lain menjadi lebih kuat," ujarnya.
Aliansi juga meminta pemerintahan yang baru nanti mau mempertimbangan putra asli Kalbar untuk ikut dalam pemerintahan. Hal tersebut karena putra daerah akan lebih mengerti persoalan apa yang sebenarnya terjadi.
(rna/gah)











































