"PKS tetap berada di koalisi itu bukan karena setia. PKS hanya tidak mau bersama-sama PDIP saja. Sejak dahulu mereka berbeda pandangan dan tak memiliki chemistry sama sekali. Sementara PKS dengan Gerindra itu hanya kebersamaan pragmatis saja karena Pilpres," ujar Arie saat berbincang, Jumat (19/9/2014).
Arie memandang 'persahabatan' Gerinda dengan PKS ini akan merenggang karena keduanya memiliki kepentingan politik masing-masing nantinya. Secara ideologis pun kedua partai ini tak memiliki kedekatan.
"Di KMP itu tak ada yang namanya loyalitas. Kalau pun PKS dan Gerindra tetap bersama, itu sulit untuk produktif. Keduanya akan bersaing lagi dalam kontestasi politik mendatang," imbuh Sosiolog UGM itu.
Pengikat PKS dan Gerindra sejauh ini adalah momentum Pilpres. Namun ketika Jokowi-JK telah mulai menjalankan tugasnya maka perhatian publik akan mengarah pada eksekutif.
(bpn/trq)











































