Pasar Klithikan Terbakar, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 1 Miliar

Pasar Klithikan Terbakar, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 1 Miliar

- detikNews
Jumat, 19 Sep 2014 11:42 WIB
Pasar Klithikan Terbakar, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 1 Miliar
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Yogyakarta - Pasar klithikan Kuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta terbakar pada hari Jumat (19/92014) sekitar pukul 00.30 WIB. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Pasca kebakaran tersebut, para pedagang bersama pengelola pasar klithikan memutuskan libur satu hari untuk membersihkan sisa-sisa akibat kebakaran. Namun sampai siang ini, pedagang belum diperbolehkan memasuki dan membersihkan areal tempat berdagang.

Aparat Polresta Yogyakarta telah memasang police line di lokasi yang terbakar. Lokasi kebakaran di blok 1 hngga blok 5 yang berada di belakang sisi utara. Di blok tersebut terdapat puluhan kios pedagang pakaian, onderdil sepeda motor, helm, perkakas, tas, ikat pinggang, dompet dan asesoris lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semua pintu masuk pasar klithikan yang terletak di Jl HOS Cokroaminoto, Kuncen Kota Yogyakarta itu ditutup. Semua Hanya satu pintu di sisi selatan yang dibuka dan dijaga petugas keamanan pasar. Sedangan pintu lainnya tetap ditutup dan dipasangi tulisan "pasar libur satu hari". Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Beberapa pedagang/pemilik kios sejak pagi sudah berdatangan. Namun mereka belum bisa membersihkan kios karena masih terpasang garis polisi. Mereka tidak boleh masuk dan hanya melihat dari belakang garis polisi. Ratusan onderdil sepeda motor seperti pelek, knalpot, tangki dan berbagai peralatan dari besi yang masih menggantung di kios-kios milik pedagang yang terbakar.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Slamet Santoso mengatakan petugas dari Labfor Semarang akan segera melakukan olah TKP. Namun hingga pukul 10.00 WIB belum ada petugas datang. Hanya petugas dari Polsek Wirobrajan, Koramil Wirobrajan dan Satpol PP Kota Yogyakarta yang berjaga-jaga di sekitar lokasi.

"Belum boleh masuk mas. Nunggu dari kepolisian," ungkap Edi Riyatno salah satu karyawan yang bekerja di kios onderdil motor.

Dirinya belum tahu jumlah kerugian yang dialami majikannya. Namun dia hanya mengetahui seminggu sebelumnya, majikan telah kulakan berbagai onderdil sepeda motor yang rutin menyetor sejumlah onderdil kepada para pedagang.

(bgs/try)


Berita Terkait