Reaksi Cepat SMS Ahok

Apa Manfaatnya Ahok Buka Pengaduan Lewat SMS? Suara Warga ini Mungkin Buktinya

- detikNews
Jumat, 19 Sep 2014 08:02 WIB
Jakarta -

Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok membuka layanan aduan via SMS lewat ponsel pribadinya di 0811944728. Atau bisa juga ke nomor 081927666999 dan 085811291966 yang ditangani‎ oleh staf Ahok.

Lewat aduan ini, Ahok mengaku mendengar keluhan, kritik, dan masukan warga. Tentu respon penanganan yang cepat dan solusi nyata menjadi bukti bahwa aduan tak didiamkan.

Sejumlah warga mengirimkan lewat surat elektronik ke redaksi@detik.com, Jumat (19/9/2014) perihal aduan mereka yang direspons. Walau ada juga yang belum ditindaklanjuti. Berikut curahan hati warga soal aduan SMS yang dibuka Ahok itu.

"Saya kirim ini ke nomor pengaduan Pak Ahok, 2 minggu yang lalu: 'Pak Basuki, Taman Pakubuwono eKS pom bensin, kebayoran, jaksel, sampai sekarang nggak diapa-apain, sudah tahunan malah ditumbuhin ilalang. Kemarin saya lihat sedang dikerjakan," tulis Budi Darmawan.

"Beberapa bulan lalu,saya melintas di sepanjang jalan waduk Pluit arah Apartemen Laguna, itu minim PJU dan saya melihat banyak muda-mudi yang berpacaran, ada yang membawa motor maupun mobil. Saya berpikir kalau gelap akan rawan kejahatan. Lalu saya berinisiatif melaporkan kepada Pak Ahok untuk sementara memasang lampu sorot ke 2 arah penjuru, selang berapa hari sejak laporan saya dibaca, lampu sorot itu terpasang. Dan sekarang kalau saya perhatikan sedang dibuat pondasi permanen untuk PJU. Harapan saya semoga di area Taman waduk Pluit arah Polsek Penjaringan terang benderang," tulis warga lainnya Irwan.

Namun menurut Irwan, ada juga laporan dia yang belum ditanggapi, namun dia bersabar berharap Ahok segera merespons.

"Tetapi ada juga 1 laporan yang memang belum ditanggapi oleh Dinas PU Tata Air. Mengenai saluran got di Jl.Terate Raya, Kec Tambora yang setiap hari luber ke jalan, sehingga banyak juga kendaraan yang terpeleset akibat jalanan licin. Warga sudah sempat melaporkan kepada Kelurahan maupun Kecamatan untuk bisa dinormalisasikan supaya air lancar tapi tidak pernah dipecahkan permasalahannya, hanya sebatas membersihkan sampah. Pokok permasalahannya ada pada saluran yang tertutup oleh coran beton di got tersebut, ada beberapa bangunan yang melanggar. Jadi menurut saya harus dibobok coran tersebut barulah bisa lancar. Sempat warga sekitar membobok namun tidak maksimal, belum bisa lancar. Ini perlu dari Dinas PU Tata Air untuk langsung turun ke lapangan melakukan normalisasi," tuli Irwan.

Seorang warga lainnya, Riesma Oktapriana menyampaikan perihal layanan kesehatan. Ahok segera merespons, bahkan sampai menurunkan stafnya.

"Bicara soal pengalaman menghubungi Ahok, biasanya saya lakukan by email, karena bisa cerita panjang lebar. Saya beberapa kali mengadu, termasuk waktu musim kampanye pilpres. Saya baca ada orang "menjelekkan" program KJS yang katanya disuruh bayar. Saya email begini: "Mohon info nya mengenai sistem KJS, ada kabar bahwa berobat ke puskesmas di cilincing dengan KJS bayar. Sebenarnya bagaimana sistem KJS ini? Apakah ada sistem cost sharing seperti askes?" Selang beberapa hari Ahok meresponse tanya di poli apa disuruh bayar. Saya jawab kalau dilihat obatnya sih obat mata. Tapi berhubung ini adalah postingan disalah satu socmed yang sumbernya kurang bisa dipercaya, saya bilang juga dengan beliau bahwa kemungkinan ini adalah salah satu black campaign untuk Jokowi. Lalu beberapa hari kemudian beliau balas, jika ada pertanyaan mengenai KJP diminta menghubungi salah satu staff nya yg bernama Nathaniel dan saya diberikan no. HP nya," tulis Riesma.

Lalu bagaimana pengalaman Anda yang lain, Adakah yang belum mendapat respons?

(ndr/mad)