"Pertama saya mengapresiasi karena tahun kemarin itu penyelenggaraan haji Indonesia mendapatkan tingkat kepuasan yang tinggi. Kemudian untuk penyempurnaan selanjutnya sekarang saya harap akan lebih baik lagi," kata Istibsaroh dalam konferensi pers usai rapat dengan jajaran PPIH Daerah Kerja Madinah, Kamis (18/9/2014).
Dalam konferensi pers tersebut, Istibaroh didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Abdul Djamil, yang kebetulan sedang memantau langsung di Madinah. Sang senator pun mulai mengungkap persoalan yang terjadi di Madinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang untuk tahun ini ada 17.000 jamaah haji ditempatkan di luar markaziyah. Hal ini dikarenakan majmuah wanprestasi atau melanggar kontrak yang sudah disepakati.
"Saya seharian di sini kebetulan banyak orang-orang dari jauh jalan mengeluh buk 1 km dari masjid. Nanti mungkin di gelombang dua semuanya di markaziyah," katanya.
"Kita doakan Para jamaah haji mabrur semua. Soalnya kalau makbul kan umurnya nggak panjang," ujarnya.
Dia berpesan agar semua pelayanan untuk jamaah haji diperbaiki. Sehingga jamaah bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa pikiran yang membebani.
"Yang untuk di Madinah jangan sampai ada yang menemukan kopornya setelah dua hari, supaya benar-bernar di hotelnya. Benar-benar dicek tempatnya di dalam markaziyah, kemudian untuk makan harus tertib," ingatnya.
Dirjen PHU Kemenag Abdul Djamil pun mengucapkan terimakasih atas kedatangan tim dari Komite III DPD RI tersebut. Abdul menuturkan Kemenag sudah melakukan penyelesaian persoalan on the spot, yakni mengunjungi pemondokan bersama para majmuah dan melongok langsung dapur pengusaha katering.
"Kita menyelesaikan mem-follow up persoalan sesegera mungkin on the spot, kemarin kita gelar pertemuan dengan majmuah, kemudian mengunjungi pemondokan jamaah di luar markaziyah dan mencari solusinya. Kemudian tadi kita ke katering untuk memastikan semuanya segera diperbaiki," katanya.
(van/vid)











































