Tim Medis Darurat Jepang II ke Aceh-Sumut 9 Januari

Tim Medis Darurat Jepang II ke Aceh-Sumut 9 Januari

- detikNews
Sabtu, 08 Jan 2005 07:12 WIB
Jakarta - Tim medis bantuan darurat Jepang yang sudah berada di Aceh-Sumut akan digantikan Tim II yang akan dikirim pada Minggu 9 Januari 2005 untuk membantu korban tsunami.Tim II terdiri dari staf Kementerian Luar Negeri Jepang, dokter, perawat dan lain-lain. Mereka akan berada di Aceh selama 2 minggu. Pengiriman tim II menggantikan tim I yang mulai bekerja pada 29 Desember 2004.Demikian disampaikan Bagian Informasi dan Kebudayaan Kedubes Jepang Ayako Shimizu melalui rilis, Sabtu (8/1/2005).Tim Medis Darurat yang pada saat ini sedang bertugas dalam sehari mengobati paling banyak 270 orang pasien dengan kasus luka luar, penyakit mata, flu, dan diare. Selain itu, tim juga memberikan bimbingan mengenai sanitasi umum.Tim I dijadwalkan akan kembali ke Jepang pada 12 Januari 2005. Akan tetapi mengingat masih besarnya kebutuhan akan layanan medis yang berkesinambungan, maka Jepang memutuskan akan mengirimkan Tim Medis Darurat II.Akibat gempa bumi yang terjadi kali ini, di Indonesia terdapat lebih dari 90 ribu korban tewas. Bencana juga menimbulkan banyak korban yang cedera dan banyak kaum pengungsi yang berada dalam lingkungan kebersihan yang sangat buruk.Berkenaan dengan bencana tersebut, pemerintah Jepang memberikan bantuan darurat kepada pemerintah Indonesia, yakni bantuan darurat in natura sekitar Rp 2,25 miliar berupa tenda, selimut, generator listrik dan lain-lain.Kemudian dana bantuan hibah darurat sekitar Rp 13,5 miliar berupa makanan darurat dan perlengkapan medis. Lalu pengiriman Tim Medis Darurat Jepang.Jepang akan memberikan hibah sebesar sekitar US$ 500 juta sebagai langkah bantuan darurat. Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 130 juta akan diberikan kepada pemerintah Indonesia, dan US$ 250 juta akan disalurkan melalui organisasi internasional yang juga merupakan kontribusi bantuan besar bagi kegiatan membantu Indonesia.Selanjutnya, tengah dilakukan persiapan bagi realisasi bantuan pengangkutan serta bagi peningkatan keadaan sanitasi dengan memanfaatkan Pasukan Bela Diri Jepang. Pada 6 Januari 2005, sebuah pesawat pengangkut milik Pasukan Bela Diri Angkatan Udara Jepang telah bertolak meninggalkan pangkalan Pasukan Bela Diri di Jepang untuk tujuan ini. (sss/)



Berita Terkait