"Kalau ini jadi Pilkada lewat DPRD, langkah kita bersama-sama dengan teman-teman yang lain akan mengajukan ini ke MK karena ada ketidaksinambungan dengan perjuangan kita. Kita presidensial tapi pemimpin daerahnya dipilih oleh ke DPRD kan aneh," ujar peneliti LSI, Ardian Sopa di kantornya, Jl Pemuda No 70, Rawamangun, Jaktim, Kamis (18/9/2014).
"Ketika oleh DPRD kita nggak bisa pilih langsung, calon-calon dipilih dari partai saja tidak ada lagi independen. Dilihat dari 2 sisi itu kita lihat sebagai masalah," sambung pria yang mengenakan batik ini.
Ardian juga menyatakan pihaknya tidak akan takut kehilangan pekerjaan alias nganggur bila Pilkada benar-benar disahkan oleh DPRD. Lembaga yang didirikan oleh Denny JA itu bisa saja bertransformasi ke bidang lainnya.
"Kita melihat kehidupan bukan hanya di sini. Tapi kita bisa metamorfosis jadi peneliti marketing, riset sosial dan sebagainya. Yang penting bagi kita hak warga negara tidak terpasung," tutupnya.
(aws/trq)











































