Mahasiswa UKI Hilang Misterius
Sabtu, 08 Jan 2005 02:45 WIB
Jakarta - Seorang mahasiswa UKI Cecep Handoko (19) alias Ceko hilang misterius setelah dibawa seorang pria yang berpura-pura hendak membeli seperangkat alat sound system. Wajahnya pernah ditampilkan sebuah media cetak saat demo menentang kenaikan harga BBM. Penculikan aktivis modus baru?Cerita berawal ketika Ceko kumpul-kumpul bersama teman-temannya sesama aktivis di rumah kontrakan di kawasan Bidakara Pancoran Jakarta Selatan, Jumat (7/1/2004). Mereka sudah beberapa hari mengiklankan penjualan peralatan sound system.Lalu datanglah seorang pria yang mengaku bernama Andi sebagai teknisi musisi Ian Antono dari sebuah studio yang berlokasi di seberang Universitas Sahid Jakarta. Dia bertujuan seolah-olah hendak membeli sound system.Andi lalu meminta salah seorang aktivis untuk ikut dengannya menuju studionya. Karena khawatir terjadi apa-apa, tiga aktivis pun ikut bersama Andi dengan menggunakan taksi.Sesampainya di studio, ketiga aktivis diminta menunggu sementara Andi beralasan hendak bertemu seseorang untuk melakukan deal. Meski ragu, akhirnya ketiga aktivis itu tetap menunggu.Namun hingga sore hari Andi tak kunjung datang. Nomor telepon yang sebelumnya diberikan Andi pun dikontak, tapi ternyata hanya telepon rumah warga dan tidak kenal dengan Andi. Ternyata, petugas studio pun tidak kenal dengan Andi.Mereka pun langsung mengontak teman-temannya. Akhirnya diketahui, rupanya, Andi kembali ke rumah kontrakan di kawasan Bidakara. Dengan beralasan butuh satu orang lagi untuk mengangkat barang, Andi meminta salah satu aktivis ikut dengannya."Anehnya, si Andi itu langsung menunjuk Ceko. Dia tidak sebut nama, tapi dia bilang yang pakai kaos merah itu saja yang ikut," tutur Adian Napitupulu, aktivis Forkot yang mendatangi kantor detikcom di Jakarta, Sabtu (8/1/2005) dinihari pukul 02.00 WIB. Saat itu Ceko memang sedang mengenakan kaos merah.Adian kemudian menunjukkan Koran Tempo terbitan 21 Desember 2004. Pada foto headline koran tersebut, tampak Ceko dengan kaos merah yang sama sedang beraksi melakukan demonstrasi menentang kenaikan harga BBM dengan pemandangan ban-ban bekas yang terbakar."Kejadiannya sekitar jam sembilan malam. Sampai sekarang tidak ada kabar dari Ceko. Kami sudah cari ke Polsek Tebet, Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Tapi mereka bilang orang yang kita cari itu tidak ada," kata Adian."Kami menduga Ceko masuk target penculikan. Tapi penculikan kali ini modusnya beda dengan kasus sebelumnya. Tidak ada penggerebekan. Tapi ada modus yang sama, yakni menggunakan kendaraan umum," ujar Adian.Sebelumnya, Bay Harkat Firdaus, mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah diculik 4 orang di dekat kampusnya. Bay atau Jhonday sebelumnya ikut aksi menentang BBM dan membakar foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Akhirnya Jhonday ditemukan di Polres Metro Jakarta Selatan dalam keadaan babak belur.
(sss/)











































