15 Pekerja Anak Maluku Siap Menuju Aceh
Jumat, 07 Jan 2005 23:01 WIB
Ambon - Guna mendampingi anak-anak korban gempa dan gelombang tsunami di Aceh, 15 pekerja sosial Ambon akan diberangkatkan menuju Aceh dalam minggu ini.Mereka direkrut oleh badan dunia yang menangani masalah anak-anak UNICEF, pihak Diknas, dan Dinas Sosial Provinsi Maluku. Mereka merupakan gabungan dari berbagai LSM maupun organisasi kepemudaan yang ada di Maluku."Kalau tidak ada aral melintang, besok atau lusa kami akan bertolak menuju Aceh," kata aktivis perempuan Maluku, Suster Brigitta Renyaan kepada detikcom di kantor Gubernur Maluku, Ambin, Jumat (7/1/2005).Dijelaskan dia, para pekerja sosial yang direkrut tersebut sudah melakukan pekerjaan pendampingan selama konflik Maluku terhadap anak-anak korban konflik."Jadi pengalaman tentang mengatasi trauma anak-anak akibat gempa maupun bencana alam sudah dimiliki para relawan ini. Hal inilah yang akan diterapkan di Aceh," kata Renyaan.Dari hasil pemantauan yang telah dilakukan sebelumnya, ke-15 relawan tersebut akan mendirikan Child Centre di lima tempat yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa dan tsunami.Dari ke-15 relawan itu, jelas Renyaan, sebagian anggota tim akan kembali ke Maluku, namun sebagian lagi akan tetap bertahan di Aceh selama program tersebut dilangsungkan.Seorang aktivis perempuan lainnya, Ike Rolobessy menyatakan, pendirian Child Centre berguna untuk mengumpulkan anak-anak, kemudian berusaha mempertemukan anak-anak yang terpisah dengan orang tuanya, dan sejumlah pekerjaan penting terkait psikososial darurat.Rencana keberangkatan pekerja sosial dari Ambon ke Aceh ini, menurut dia, sudah dilaporkan ke Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. "Gubernue sangat mendukung rencana ini," kata Rolobessy.
(sss/)











































