120 Bus Angkutan Jamaah Haji Dioperasikan di Makkah

Laporan dari Arab Saudi

120 Bus Angkutan Jamaah Haji Dioperasikan di Makkah

- detikNews
Rabu, 17 Sep 2014 21:24 WIB
120 Bus Angkutan Jamaah Haji Dioperasikan di Makkah
Jakarta - Hampir semua bus shalawat mulai beroperasi mengantar jamaah haji dari pemondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Dari total 150 bus, 120 diantaranya sudah dioperasikan.

120 bus tersebut melayani total 95 kloter atau 40.471 jamaah haji yang sudah tiba di Makkah. Nantinya 150 bus akan melayani 155.200 jamaah haji yang berada di Makkah almukaromah. Demikian disampaikan Kepala Kantor Misi Haji Indonesia Daker Makkah, Endang Jumali, kepada wartawan, Rabu (17/9/2014).

Pemondokan jamaah haji di Makkah memang cukup jauh. Karena itu disiapkan bus shalawat tersebut. Namun ada kendala yakni keterlambatan kedatangan bus. Kasi Transportasi Daerah Kerja Makkah Suhendro Wagiono Irsyad mengatakan keterlambatan kedatangan bus mungkin disebabkan kemacetan. Para jamaah pun diimbau untuk bersabar dan tidak berangkat dalam satu rombongan besar untuk menghindari berdesak-desakan di bus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diingatkan pula pada masa Armina atau Arafah Mina (tanggal 30 September-7 Oktober) atau selama delapan hari, bus berhenti beroperasi, karena peraturan pemerintah Arab Saudi dan bus dipersiapkan untuk Armina (Arafah Mina). Bus kembali beroperasi di masa kepulangan haji 08-27 Oktober.

Sementara itu untuk membantu jamaah yang tersesat PPIH Daker Makkah membuka call center 0554398912 dan dilayani selama 24 jam. Banyak jamaah menelepon karena tersesat.

Seringkali jamaah tidak tahu posisinya berada sehingga meminta bantuan petugas call center. Selanjutnya petugas akan membimbing jamaah ke halte bus yang disediakan khusus untuk jamaah Indonesia atau ke petugas terdekat yang ada di sekitarnya.

Call center juga sering mendapatkan pertanyaan soal lokasi penginapan dan kapasitasnya. Tak jarang juga yang menelepon call center untuk menanyakan apakah disediakan makanan atau tidak di hotel, meski sudah diberitahukan jamaah tidak mendapatkan makanan selama di Makkah. Banyak juga jamaah haji yang konsultasi ibadah ke call center.

Bus Angkutan di Madinah

Sementara itu di Madinah saat ini juga dioperasikan puluhan bus angkutan. Bus ini mengangkut jamaah haji dari pemondokan ke Masjid Nabawi dan sebaliknya.

Bus ini sebagian dioperasikan oleh Kantor Misi Haji Indonesia, sebagian lagi adalah konsekuensi majmuah (penyedia akomodasi) yang melanggar kontrak menempatkan jamaah haji di luar markaziyah. Para jamaah haji yang pemondokannya di luar markaziyah atau lebih dari 650 meter dari masjid Nabawi dijemput bus setiap jelang salat lima waktu.

Ada juga angkutan swasta yang memungut jamaah 1 riyal Arab Saudi sekali perjalanan. Banyak juga jamaah yang menggunakan angkutan ini karena tidak sabar menunggu bus gratis yang disediakan majmuah. Untuk diketahui, di Madinah terdapat 17.000 jamaah haji yang pemondokannya di luar martaziyah.

Hampir semua bus shalawat mulai beroperasi mengantar jamaah haji dari pemondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Dari total 150 bus, 120 diantaranya sudah dioperasikan.

120 bus tersebut melayani total 95 kloter atau 40.471 jamaah haji yang sudah tiba di Makkah. Nantinya 150 bus akan melayani 155.200 jamaah haji yang berada di Makkah almukaromah. Demikian disampaikan Kepala Kantor Misi Haji Indonesia Daker Makkah, Endang Jumali, kepada wartawan, Rabu (17/9/2014).

Pemondokan jamaah haji di Makkah memang cukup jauh. Karena itu disiapkan bus shalawat tersebut. Namun ada kendala yakni keterlambatan kedatangan bus. Kasi Transportasi Daerah Kerja Makkah Suhendro Wagiono Irsyad mengatakan keterlambatan kedatangan bus mungkin disebabkan kemacetan. Para jamaah pun diimbau untuk bersabar dan tidak berangkat dalam satu rombongan besar untuk menghindari berdesak-desakan di bus.

Diingatkan pula pada masa Armina atau Arafah Mina (tanggal 30 September-7 Oktober) atau selama delapan hari, bus berhenti beroperasi, karena peraturan pemerintah Arab Saudi dan bus dipersiapkan untuk Armina (Arafah Mina). Bus kembali beroperasi di masa kepulangan haji 08-27 Oktober.

Sementara itu untuk membantu jamaah yang tersesat PPIH Daker Makkah membuka call center 0554398912 dan dilayani selama 24 jam. Banyak jamaah menelepon karena tersesat.

Seringkali jamaah tidak tahu posisinya berada sehingga meminta bantuan petugas call center. Selanjutnya petugas akan membimbing jamaah ke halte bus yang disediakan khusus untuk jamaah Indonesia atau ke petugas terdekat yang ada di sekitarnya.

Call center juga sering mendapatkan pertanyaan soal lokasi penginapan dan kapasitasnya. Tak jarang juga yang menelepon call center untuk menanyakan apakah disediakan makanan atau tidak di hotel, meski sudah diberitahukan jamaah tidak mendapatkan makanan selama di Makkah. Banyak juga jamaah haji yang konsultasi ibadah ke call center.

Bus Angkutan di Madinah

Sementara itu di Madinah saat ini juga dioperasikan puluhan bus angkutan. Bus ini mengangkut jamaah haji dari pemondokan ke Masjid Nabawi dan sebaliknya.

Bus ini sebagian dioperasikan oleh Kantor Misi Haji Indonesia, sebagian lagi adalah konsekuensi majmuah (penyedia akomodasi) yang melanggar kontrak menempatkan jamaah haji di luar markaziyah. Para jamaah haji yang pemondokannya di luar markaziyah atau lebih dari 650 meter dari masjid Nabawi dijemput bus setiap jelang salat lima waktu.

Ada juga angkutan swasta yang memungut jamaah 1 riyal Arab Saudi sekali perjalanan. Banyak juga jamaah yang menggunakan angkutan ini karena tidak sabar menunggu bus gratis yang disediakan majmuah. Untuk diketahui, di Madinah terdapat 17.000 jamaah haji yang pemondokannya di luar martaziyah.

(van/fiq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads