Jamaah haji tersebut adalah Agus Sulistyo, jamaah haji asal embarkasi Jakarta kloter 1. Kabar kasus perampasan tersebut disampaikan Ketua Sektor G PPIH Makkah, Ali Ghozi.
Akibat ulah monyet, satu tas berisi dokumen hilang. Tas tersebut berisi antara lain uang sebesar 105 SAR, Al-Quran, obat jalan, buku dokumen perjalanan ibadah haji. Para jamaah pun diimbau untuk berhati-hati karena di tempat tersebut banyak monyet liar.
Jabal Nur sendiri terletak sekitar 7 km sebelah barat masjidil Haram. Tingginya kurang lebih 642 meter. Dinamakan Nur yang artinya cahaya, karena di bukit ini terdapat Gua Hiraโ, tempat Nabi saw menyendiri beribadah sehingga terpancar nur atau cahaya nubuwwah. Di bukit ini Rasulullah saw menerima wahyu pertama yakni surat Iqra.
Untuk naik ke atas puncak Jabal Nur butuh waktu paling tidak satu jam. Dari atas Jabal Nur kita bisa melihat kota Makkah dari atas, pemandangan sangat takjub pun menanti.
Para jamaah haji menyempatkan datang ke tempat ini untuk napak tilas sejarah Nabi Muhammad. Tentu saja faktor keselamatan tetap harus diperhatikan para jamaah.
(van/rmd)











































