SBY akan Keluarkan Keppres Mekanisme Bantuan Tsunami
Jumat, 07 Jan 2005 20:33 WIB
Jakarta - Presiden SBY akan mengeluarkan Keppres untuk mengelola mekanisme dan prosedur penerimaan serta penyaluran bantuan finansial luar negeri yang membanjir untuk korban tsunami di NAD-Sumut.Keppres itu merupakan jawaban terhadap keragu-raguan masyarakat di dalam maupun luar negeri terhadap transparansi penggunaan dana bantuan."Saya meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan atau berprasangka terlebih dulu atas kinerja pemerintah," kata SBY usai meninjau proses embarkasi logistik dan alat berat ke Aceh di Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (7/1/2005).Dia mengingatkan kalau nilai bantuan yang mengemuka dalam KTT Tsunami masih dalam bentuk komitmen, kecuali bantuan untuk keperluan darurat. Jadi belum ada satupun komitmen tersebut yang terealisasi karena masih harus melalui mekanisme yang lebih jauh."Saya mengundang lembaga-lembaga auditor dan LSM untuk ikut mengawasi penggunaan dana bantuan ini nanti," ujar SBY.Mengenai perkembangan Aceh, tutur dia, saat ini seluruh daerah-daerah besar telah terjangkau oleh tim evakuasi. Untuk daerah-daerah terpencil, Bakornas belum dapat melaksanakan tindakan evakuasi secara maksimal karena masih belum lancarnya arus transportasi untuk penyaluran logistik dan tim relawan.Untuk daerah-daerah yang sudah terbuka seperti Banda Aceh, sambung dia, sudah dilakukan kegiatan rekonstruksi awal. Namun demikian kegiatan pencarian korban dan evakuasinya tetap akan berlangsung."Pemerintah tidak membatasi sampai kapan pencarian korban akan dihentikan karena cukup banyak ditemukan korban selamat dalam kondisi yang memprihatinkan," ucap SBY.Untuk saat ini, urai dia, jumlah korban yang dirawat di rumah sakit sebanyak 3.622 orang. Korban meninggal dalam proses evakuasi maupun perawatan di rumah sakit tercatat 32 orang. Sedangkan jumlah pengungsi sekitar 550 ribu orang.
(sss/)











































