BMG Usul Gempa Dimasukkan Dalam Kurikulum Pendidikan
Jumat, 07 Jan 2005 19:19 WIB
Jakarta - Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) mengusulkan agar pengetahuan tentang gempa dimasukan dalam kurikulum pendidikan formal. Hal ini dimaksudkan agar siswa mendapat pengetahuan tentang gempa sejak dini. Pengetahuan gempa yang bisa dimasukan dalam kurikulum itu antara lain mengenai seluk beluk gempa bumi, baik meliputi jenis dan gejalanya.Dan pendidikan ini sebaiknya diajarkan sejak sekolah dasar."Upaya pendidikan mengenai gempa ini perlu dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan bencana gempa," kata KaSubdit Peringatan Dini Badan Metereologi Dan Geofisika (BMG),Budi Waluyo saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon Jumat (07/01/2005). Budi Waluyo mencontohkan anak-anak di Pulau Simeulue secara turun temurun diberitahukan untuk menghindarkan pantai sejauh mungkin saat laut nampak mulai surut secara tidak wajar, hal tersebut mengindikasikan sudah terdapat adanya "awareness" masyarakat setempat terhadap bahaya Tsunami. Sedangkan ketika ditanya mengenai gempa yang terjadi di Samudra Indonesia 35 Km sebelah selatan Ujung Kulon pada hari Kamis (06/01/2005) pukul 13.21 WIB, dengan kekuatan 5,5 SR, Budi menjelaskangempa yang terjadi kemarin tidak menimbulkan gelompang pasang. "Karena, patahan yang disebabkan pertemuan lempeng benua dengan lempeng samudra itu tidak meyebabkan amblasnya permukaanan dasar laut seperti yang terjadi pada 26 Desember lalu," tambahnya. Menurut Budi, wilayah Indonesia memang hampir seluruhnya termasuk daerah rawan gempa,mengingat banyak terdapatnya lempeng benua dan lempeng samudara yang jika bertemu dapat menimbulkan patahan. Menyoal perihal pemberian bantuan alat pendeteksi gempa dari PBB kemarin, Budi menyambut positif pemberian tersebut, melihat masih terbatasnya sarana pendeteksi gempa di Indonesia.
(jon/)











































